Guru Diharapkan Berinovatif dan Berikan Solusi

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Mualip, saat menyampaikan sambutan Kepala Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang dihadapan para peserta workshop. (2/8)
Pemalang - Langkah pasti para guru menuju ruang work shop Pengembangan Guru dalam Pembelajaran Berbasis ICT dan Pembuatan PTK Tahun tampak tak diragukan lagi. Para guru yang berlatar belakang guru umum, taman kanak kanak, dan guru pendidikan Agama Islam ini, sengaja datang untuk menimba ilmu lebih dalam lagi tentang kegiatan belajar mengajarkan yang lebih berwarna. Para guru yang diharapkan dapat memberikan inovasi dan solusi baru dalam proses belajar mengajar itu, sengaja dikumpulkan agar dapat menerapkan ilmu yang diperoleh setelah mengikuti work shop.

Beta Supriyadi S.Pd.I., Ketua panitia acara "work Shop Pengembangan Guru Dalam Pembelajaran Berbasis ICT dan Pembuatan PTK Tahun 2019 di The Winner Convention Center (2/8).
Dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Arifin, melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Mualip, mengatakan, pihaknya berharap para guru dapat menjadi sosok yang berinovatif, serta memberikan solusi dalam dunia pendidikan., dan juga dapat melahirkan para generasi yang membanggakan.

"Para guru dapat memberikan inovasi, solusi, dan bisa melahirkan generasi yang membanggakan," ungkapnya.

Sementara itu, dikatakan oleh Beta Supriyadi S.Pd.I., M.Pd., kegiatan ini selain jadi ajang silaturahmi semua guru di Kabupaten Pemalang, tetapi juga sebagai ajang tukar pendapat antar sesama guru yang diharapkan bisa diterapkan bagi para siswanya.

Pria paruh baya yang akrab disapa "Komandan Beta" dikalangan para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ini menambahkan, jika kegiatan ini berdasarkan pada Undang Undang Sisdiknas, Undang Undang tentang Guru, Permenpan RB nomor 16 Tahun 2009, serta Keputusan Menteri Agama nomor 38 Tahun 2018 tentang pengembangan keprofesionalan berkelanjutan bagi guru yang diharapkan menjadi agen kependidikan.

"Para guru diharapkan jadi agen kependidikan yang berkelanjutan berdasarkan pada Undang Undang Guru, Undang Undang Sisdiknas, Permenpan RB No. 16 Tahun 2009, Serta keputusan Menteri Agama no. 38 Tahun 2018", tambahnya.

Para guru juga tidak hanya menjadi agen kependidikan, tetapi juga harus memiliki 4 kompetensi dasar yakni Kompetensi Psikologi, Vokasional, Sosial, serta Kompetensi Kepribadian. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendongkrak kreatifitas para guru dalam proses belajar mengajar.

Para  Pahlawan tanpa tanda jasa juga diajarkan memperdalam dalam hal Informasi, Komunikasi, dan Teknologi atau ICT (Information, Communication, Technology.red), bahkan diajarkan untuk membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK.red) selama setahun menjalani proses belajar mengajar di sekolahnya.

"Para guru harus bisa menguasai ICT dan membuat PTK selama setahun., dengan demikian akan jadi modal untuk diterapkan pada tahun tahun berikutnya," tandasnya.

Acara work shop yanv dihadiri ratusan pahlawan tanpa tanda jasa itu juga dihadiri oleh Ka.Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang, dan beberapa tamu undangan serta narasumber. (Dentang)
Powered by Blogger.