Kepala BOCOR Karena Keteledoran Guru. Kepala Sekolah TK Pius Pemalang Justru Berkhilah Ketika Dikonfirmasi

Pemalang - "Jangan Bersaksi Dusta", merupakan Salah satu dari 10 Perintah Allah yang dituliskan dalam Kitab Suci dan wajib diterapkan para insan dalam kehidupan kesehariannya. Namun tampaknya hal tersebut tak berlaku pada Kepala Sekolah TK Pius Pemalang. Bagaimana tidak. Sekolah Taman Kanak Kanak Pius Pemalang yang dipimpin oleh seorang Suster ini justru cenderung tidak menerapkan 10 Perintah Allah bagi Umat manusia di dunia ini. Hal tersebut diperparah dengan kesan tertutup tanpa mengutamakan keterbukaan informasi.

Fakta inilah yang terjadi ketika salah seorang murid yang bermain hingga mengalami pendarahan hebat di kepalanya, nampak tidak membuat refleks para guru dan Suster Kepala Sekolah untuk segera membawanya ke Rumah Sakit yang jaraknya sekitar 100 Meter dari Sekolah. Entah karena "Galau" atau belum "Sarapan", para guru dan Suster Kepala Sekolah terlihat bermalas malasan dan tanpa gerak cepat membawa muridnya tersebut menuju ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan medis selanjutnya.

Kejadian memilukan yang terjadi hari Selasa (6/8), seakan tidak menimbulkan rasa bersalah pada Tuhan Yang Maha Esa, maupun pihak Yayasan Asti Dharma yang berkantor di Kota Tegal, Jawa Tengah.

"Ya benar, ada kejadian itu di Sekolah, namun pihak guru dan Suster Kepala Sekolah justru tidak membawa murid ke Rumah Sakit, malah diobati sendiri," ungkap salah satu narasumber yang tak mau menyebutkan namanya (6/8).

Seperti yang kita ketahui bersama, Kepala merupakan bagian tubuh paling Vital di dalam tubuh kita. Tidak hanya untuk melengkapi "Hasil Karya" Sang Pencipta. Kepala manusia juga jadi wujud dan pelindung bagi jutaan syaraf yang ada didalamnya. Tidak cuma itu. Segala sesuatu seperti benturan, pukulan, atau bahkan faktor ketidak sengajaan, dapat membuat luka hingga faktor hilangnya ingatan seorang manusia.

Mengetahui fakta demikian, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Jawa Tengah Lembaga Swadaya Masyarakat "Petisi Sakti" pun angkat bicara. Menurutnya, dengan kejadian demikian, itu sama saja tugas guru dan Suster Kepala Sekolah hanya makan gaji buta.

"Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD.red), Taman Kanak Kanak (TK.red) itu tempat awal mula menimba ilmu. Seharusnya pihak guru dan Suster Kepala Sekolah juga harus lebih memperhatikan para siswanya. Baik itu saat jam pelajaran, maupun saat jam istirahat. Jika tidak ada perhatian pada para siswa, itu sama saja guru dan Suster Kepala Sekolah hanya makan Gaji Buta," ungkap Dentang Harya Sutawijaya pada Kamis (8/8/2019).

Ketika tim kami mencoba menelusuri kejadian tersebut dan meminta keterangan pada Suster Kepala, wanita paruh baya asal Flores itu justru tidak mengakui jika dirinya berada di Sekolah dengan alasan sedang rapat.

"Silahkan tanya ke Gurunya saja, saat kejadian saya tidak ada di sekolah karena rapat," katanya pada Kamis (8/8/2019).

Fakta tersebut dipatahkan oleh narasumber kami yang saat kejadian ada di TKP.

"Saat kejadian, guru dan Suster Kepala Sekolah ada di Sekolah, karena saat itu juga tidak ada agenda Suster untuk rapat," imbuhnya .(Arya)
Powered by Blogger.