Menelisik Pasar Kemis Wagean Di Benowo Park

Pemalang - Keberadaan Pasar Tradisional Kamis Wage sampailah ke telinga Mbah To, salah satu youtuber yang khusus memberitakan Wisata Religi di kawasan Pemalang dan sekitarnya.Dengan berbekal kemampuan menulis yang pas pasan Mbah To berusaha merilis tulisan apa adanya berdasarkan keterangan beberapa petugas dan pengunjung di Wisata Benowo Park yang berlokasi di Desa Penggarit Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah, Kamis(22/08/2019).


"Ada apa dengan pasar wage ini?",tanya Mbah To dalam hati saat sudah sampai di depan Gapura Benowo Park.Dengan berbekal sedikit keberanian mbah to mencoba menanyakan keistimewaan pasar wage kepada salah seorang petugas tiket yang saat itu berada di lokasi.

Setelah sedikit berbasa basi dan mengenalkan diri akhirnya petugas tiket yang diketahui bernama Durasit menjelaskan bahwa "beberapa keistimewaan Pasar Wage Benowo Park adalah dari segi bangunan pasar ini mempunyai ciri khas menggunakan bangunan Tradisional Jawa dimana semua terbuat dari bambu sedang untuk atap menggunakan genteng model slumpring",jelasnya.

Tidak sampai disitu saja youtuber ini berusaha mencari keterangan dari sumber lain.

"Untuk alat transaksi menggunakan uang klithik yaitu koin terbuat dari kayu",kata Agus salah satu petugas yang berada di tempat penukaran uang.

Jadi masyarakat yang berkunjung kesini harus menukar uangnya terlebih dahulu dengan menggunakan uang klithik untuk bertransaksi baik membeli kuliner khas Benowo Park,wahana bermain maupun untuk membeli berbagai souvenir khas Desa Penggarit.

"Satu koin uang klithik ditukar dengan uang Rp.2000",ungkapnya.

Ternyata Keberuntungan menghinggapi youtuber satu ini,tidak disangka saat sedang mencoba mencicipi ragam kuliner Benowo Park ada seorang ibu yang nyeletuk"lagi ngevlog ya mas?"tanyanya.

"Ya bu",jawab Mbah To.

Setelah sedikit berbincang dan memperkenalkan diri ternyata ibu ini bernama Arsy yang merupakan Kepala Promosi Pariwisata Kabupaten Pemalang.

"Beruntung nih ketemu ahlinya pariwisata Pemalang",batin Mbah.

Kepala Promosi Pariwisata Kabupaten Pemalang Ibu Arsy. (Photo-photo mbah to)
Akhirnya bincang santai dengan Ibu Kepala Pariwisata Pemalang terjadi.

"Pripun bu wisata Pemalang",tanya Mbah mengawali bincang santai ini.

"Saya masuk ke Dinas Pariwisata tahun ketiga ini Alhamdulillah tambah maju,makin moncer wisatanya.Terus untuk wisata wisata selatan ugi sampun gumrigah,podho tangi majokke wisata di daerah pegunungan.Lajeng di Penggarit ini juga Pasar Kamis Wage ini rutin diadakan untuk nguri uri jajan jajan zaman kuno.Beberapa makanan khas Pemalang yang disediakan di Pasar Wage ini antara lain sego jagung,ketela rebus,sayur oblok oblok,blendung(urap jagung),growol(olahan singkong),serabi,gethuk,gemblong(gethuk berbahan beras ketan) dan berbagai produk hasil bumi seperti mangga istana ,jambu air yang dikembangkan di Desa Penggarit.

Menjawab Pertanyaan tentang terobosan baru untuk memajukan Wisata Pemalang,Kepala Promosi ini mengatakan "bahwa sudah bekerja sama dengan pegiat pegiat medsos untuk selalu mempublikasikan wisata pemalang,pelatihan pemandu wisata yang bersertifikasi dan pembangunan sarana prasarana secara bertahap tentunya untuk  kemajuan Wisata Pemalang",tutupnya mengakhiri perbincangan santai ala Mbah To.


Benowo Park ini berlokasi di hutan Penggarit di belakang Taman Makam Pahlawan Jayana Sureng Yudha yang masih dalam satu kawasan Situs Makam Pangeran Benowo dan Mbah Jamur Apu yang terlebih dahulu menjadi rujukan wisata religi.
Untuk menuju lokasi Benowo Park dapat dijangkau dari JL Pemalang-Purwokerto tepatnya di Pasar Paduraksa belok ke arah timur kemudian setelah sampai di Desa Sungapan belok ke selatan sampai menyeberangi Bendungan Sungapan sampai di Makam Pahlawan lihat jalan di samping makam ikuti terus maka sampailah ke Benowo Park.

Dan jangan khawatir untuk saat ini kondisi jalan bagus,bahkan mobil pun bisa masuk.(Mbah To).
Powered by Blogger.