Ingin Perbaiki Keturunan, Staf Rekam Medis RSUD Dr. M. Ashari Pemalang, Ditipu Polisi GADUNGAN

SI (22), warga Dusun Slarang, Desa Surajaya, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang. Wanita cantik staf rekam medik RSUD Dr. M. Ashari Pemalang yang berstatus tenaga BLUD ini tergiur oleh rayuan pria berbalut seragam namun kenyataanya justru berstatus POLISI GADUNGAN.
Pemalang - Niat hati ingin memperoleh seorang pendamping yang berkecukupan dari berbagai segi serta harapan bisa dipersunting oleh seorang yang punya masa depan cerah. Seorang wanita muda berparas cantik berstatus pegawai BLUD di RSUD Dr. M. Ashari Pemalang, harus ikhlas dan pasrah atas kenyataan yang dialaminya. Wanita muda berinisial SI (22), warga Dusun Slarang, Desa Surajaya, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang ini mengawali hubunganya dengan perkenalan melalui aplikasi "Tan Tan" (aplikasi biro jodoh.red) dengan pria muda gagah perkasa berbalut seragam kepolisian. Perkenalan yang terjadi di aplikasi tersebut membawanya menuju pertemuan langsung di tempat kerjanya. Dari pertemuan tersebut, keduanya menuju ke rumah SI, untuk proses perkenalan pada orang tua. Tak berselang lama, keduanyapun pamit untuk pergi makan Bakso. Tanpa rasa ragu dan curiga, orang tuanya pun mengijinkan kepergian keduanya.

Surat pelaporan pada Kepolisian atas hilangnya SI.
Menit berganti menit, jam berganti jam. Kedua orang tua dan keluarganya mulai curiga ketika keduanya tak kunjung menampakkan wujudnya kembali ke rumah. Usaha demi usaha pun telah dilakukan mulai dari menanyakan pada kawan, rekan kerja, hingga menghubunginya melalui Hp pun telah dilakukan kedua orang tuanya. Bukan memperoleh hasil yang membanggakan, mereka justru harus pasrah ketika SI menghilang tiada kabar. Kepergian SI bersama lelaki pujaan hatinya itupun membuat jagad Kabupaten Pemalang seakan GEMPAR bagaikan terkena bencana. Bagaimana tidak. Kabar kepergian SI tersebut akhirnya muncul ke media sosial dan menjadi buah bibir para Netizen penggiat media sosial baik di Facebook maupun lainnya. Beragam komentarpun muncul karena peritiwa itu.

Tak habis akal, pihak keluargapun melaporkan peristiwa minggatnya SI ke pihak Kepolisian Polres Pemalang. Sembari menunggu kabar tentang anaknya, SI pun sempat Updet status di Facebook nya

Tim RSUD Dr. M. Ashari Pemalang berfoto bersama SI (hijab hitam baju setelan kuning berdiri di tengah.red) saat mengunjunginya.
Kesabaran pihak keluarga SI kian hari menambah beban malu atas hasil tingkah polah gadis berkulit putih itu. Tiada raut muka keceriaan dan kegembiraan selama tiada kabar dari pencariannya selama ini. Namun tampaknya Tuhan Yang Maha Esa masih memberikan kesempatan hidup bagi SI serta memberikan kekuatan prima bagi tim Kepolisian Polres Pemalang. Terbukti, SI bersama pria tersebut berhasil diketemukan oleh tim Kepolisian Polres Pemalang.

Mendengar kabar bahwa SI telah diketemukan, pihak keluargapun langsung menuju ke Polres Pemalang guna bertemu langsung dengan SI dan pria yang telah membawa kabur anggota keluarganya itu. Tangis haru bahagiapun pecah saat pertemuan keluarga dengan SI yang tampak di Polres Pemalang.

Kapolres Pemalang AKBP. Kristanto Yoga Darmawan, SIK., M.Si., saat konferensi Pers terkait peristiwa yang menimpa SI Kamis
Menurut Kapolres Pemalang AKBP. Kristanto Yoga Darmawan, SIK, M.Si dalam Konferensi Pers yang dilakukan di Aula Bhayangkara Polres Pemalang., mengatakan, Tersangka penculikan SI adalah pria berinisial T (28), yang mengaku sebagai anggota polisi ini berhasil diringkus oleh Tim Resmob Sat Reskrim Polres Pemalang di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (19/8).

"Tersangka T berhasil diringkus oleh Tim Resmob Sat Reskrim Polres Pemalang di Indramayu," katanya.

Kapolres juga menjelaskan bagaimana kisah mereka berdua selama hilang tiada kabar. Mulai dari Hp dan perhiasan milik SI yang diminta tersangka lalu dijual untuk biaya hidup mereka berdua, perjalanan ke Bandung, diajak ke rumah keluarga tersangka, hingga sempat menginap dan melakukan hubungan suami istri di Hotel.

"Setelah pertemuan  mereka ke Terminal Pemalang dan tersangka meminta Hp milik SI. Keduanya lalu berangkat ke Tegal, sesampainya di Tegal. Hp dijual oleh tersangka dan kemudian sempat menginap di hotel lalu terjadilah hubungan suami istri. Selanjutnya mereka ke Bandung. Di sana perhiasan milik SI diminta dan di jual guna biaya hidup keduanya. Sempat juga ke rumah tersangka," ungkapnya.

"Kasus ini terungkap atas hasil dari pengembangan kasus penipuan dan penggelapan yang menimpa seorang warga purwakarta. Untuk proses hukumnya. Dalam kasus SI, tersangka dijerat pasal 328 KUHP atas kasus penculikan dengan ancaman hukuman kurungan 12 tahun. Sedangkan kasus penipuan dan penggelapan, tersangka dikenakan pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 5 tahun," terangnya.

Kapolres mengatakan jika kasus tersebut terungkap dari hasil pengembangan atas kasus penipuan dan penggelapan yang dialami oleh salah seorang warga Purwakarta dan dibawa oleh tersangka bermalam di Pemalang. Dari kasus SI, tersangka dijerat pasal 328 KUHP atas kasus penculikan dengan ancaman hukuman kurungan 12 tahun. Sedangkan kasus penipuan dan penggelapan, tersangka dikenakan pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 5 tahun.

Di tempat terpisah, Kepala Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pemalang, Sugianto, pihaknya sedang melakukan investigasi terkait kasus tersebut.

"Kami sedang investigasi persoalan tersebut jadi belum bisa memutuskan untuk kelanjutan status SI", jelasnya, Jum'at (20/9).

Sementara itu, dari hasil penelusuran kami. Wanita yang telah kembali berkumpul dengan keluarganya itu, terlihat shock dan trauma atas kejadian yang dialaminya.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang staf Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang.

"Status dia itu BLUD, mas. Dia juga terlihat trauma mendalam," ungkap staf yang tak mau diungkap identitasnya itu, Jum'at (20/9/2019).

Namun, kenyataan pahit harus kami terima ketika hendak menanyakan kepada Kepala Seksi Rekam Medis RSUD Dr. M. Ashari Pemalang. Dokter kepala seksi berinisial W ini justru menghilang diletan Bumi tanpa ada yang tau keberadaannya. Tak hanya itu, kami pun harus mengelus dada ketika hendak mengkonfirmasi pada Humas RSUD Dr. M. Ashari Pemalang. Wanita berinisial CH ini tampak tak bisa ditemui karena sedang mengikuti rapat di aula yang terletak di lantai 2.

Tak hanya itu, tim kami pun bagaikan ditipu oleh Resepsionis RSUD Dr. M. Ashari yang letaknya disebelah pintu ruang Direktur Utama.

"Ruangnya pak dokter W, lurus belok kanan," katanya.

Namun ketika kami mencari dan menanyakan pada salah seorang dokter, Dokter W belum menempati ruang tersebut.

"Bliau belum pindah ruang disini, masih di bawah, mas," katanya.

Kenyataan pahit itu diperparah ketika kami mencoba menanyakan kelanjutan status SI kepada Dr. Solahudin, Mantan Direktur Utama RSUD Dr. M. Ashari yang saat ini menjadi Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, justru tak membuahkan hasil. Peristiwa yang terjadi saat dirinya menjabat sebagai Dirut RSUD itu seakan angin lalu bagi pria berkepala agak plontos itu. Tak hanya itu, ketika beberapa kali kami mencoba menemuinya, pihaknya juga hilang bagai terbawa angin hingga tak nampak sosoknya. (Dentang)
Powered by Blogger.