Ketoprak Suka Budaya Desa Banjardawa, Pukau Warga

Kepala Desa Banjardawa, Sukandar, ketika memperkenalkan para pemain Ketoprak Suka Budaya Desa Banjardawa dengan judul "Kebo Marcuet Gugur" dalam puncak Peringatan HUT RI Ke 74 di Kantor Balai Desa Banjardawa (31/8)
Pemalang - Bertempat di halaman Balai Desa Banjardawa, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Pentas seni budaya Ketoprak (Wayang Orang.red), nampak jadi daya tarik tersendiri bagi para warga masyarakat Desa setempat. Ketoprak persembahan Grup "Suka Budaya" yang beranggotakan Staf Balai Desa, Karang Taruna, Linmas, hingga para Kader PKK ini menjadi puncak peringatan HUT RI Ke 74 di Desa Banjardawa.

"Ya benar, pementasan ketoprak ini jadi puncak peringatan HUT RI Ke 74 di Desa Banjardawa. Maksud dan tujuan kami mementaskan ketoprak dengan judul tersebut ya untuk membakar semangat para generasi muda untuk tetap menjaga, melestarikan, memelihara seni budaya tanah Jawa agar kebudayaan asli Bangsa dan Negara ini tak tergantikan," ungkap Sukandar, Kepala Desa Banjardawa dan juga sebagai Produser Ketoprak Suka Budaya, Sabtu (31/8).

Mengambil cerita "Kebo Marcuet Gugur" yang diadopsi dari masa Kerajaan Mataram, Majapahit, hingga Blambangan ini nampak syarat akan pesan kesan dan mengundang gelak tawa para penonton.

Sukandar menambahkan jika pihaknya grup ketoprak Suka Budaya sudah berdiri 2 Tahun, selama 2 Tahun grup tersebut disambut dengan baik oleh warga masyarakat sekitar dan juga warga yang mengundang mereka untuk pentas di berbagai acara.

"Selama ini kami selalu disambut dengan baik, baik saat pentas di Desa Banjardawa atau bahkan saat pentas di luar Desa ini," imbuhnya.

Sejauh mata memandang, generaai penerus Bangsa dan Negara ini terlihat bagai "Kacang Lupa Akan Kulitnya". Bagaimana tidak, kemajuan teknologi dan minat melestarikan seni budaya perlahan semakin tergerus di masa sekarang ini. Hal ini jugalah yang menjadi perhatian tersendiri oleh Pemerintah Desa Banjardawa. Dibentuknya Grup Ketoprak Suka Budaya tersebut juga sebagai sarana "Nguri uri" budaya asli NKRI. Budaya asli yang penuh makna, kenangan, sejarah, bahkan menjadi bahan cerita bagi anak cucu kita nantinya.

"Adanya kemajuan teknologi, dan kurangnya minat generasi masa kini, membuat kami mencetuskan grup ketoprak ini. Kami ingin mengajak semua element warga masyarakat dalam melestarikan seni budaya. Dengan begitu, seni budaya tak akan pernah lekang oleh waktu dan juga akan tetap langgeng hingga masa masa yang akan datang," tandasnya.

Ketika ditanya tentang peringatan HUT RI Ke 74, Sukandar mengajak seluruh element masyarakat agar tetap berjuang meneruskan perjuangan para pahlawan.

"Para pejuang rela berkorban jiwa raga dengan selalu menjaga persatuan dan kesatuan di jiwa raganya. Untuk itu kami ajak semua element masyarakat untuk tetap bergandeng tangan, gotong royong berjuang bersama memajukan Kabupaten Pemalang,"  terangnya.

Pementasan ketoprak yang juga diawali oleh penampilan para kader pkk Desa Banjardawa dalam membawakan lagu perjuangan, tampak semakin melengkapi prosesi peringatan HUT RI Ke 74 di Desa Banjardawa. (Dentang)
Powered by Blogger.