Senator DPD RI H. Fachrul Razi, MIP : Kuasai Teknologi Untuk Memantau dan Mencegah Korupsi

Jakarta - Spesialis Mahasiswa Anti Korupsi (SIMAK) mengadakan Diskusi mengangkat Tema "Generasi Millenial Untuk Indonesia Bebas Korupsi".

Senator DPD RI H. Fachrul Razi MIP,  yang merupakan pendiri sekaligus pembina SIMAK mengatakan tantangan teknologi harus menjadi peluang bagi generasi muda saat ini. "Suka tidak suka, kita akan mengalami ledakan  populasi 70% anak muda yang terus meningkat jika kita lihat adanya perbandingan populasi dengan generasi  milenial di tahun  2016 hingga 2019," ujar Senator Garis Keras itu.

Hadir Narasumber diantaranya H.Fachul Razi, M.I.P (Senator DPD RI), Dr. Taswem Tarib SH MH BcIM, dan Ayuningtyas Widari Ramdhaniar, S.I.A., M.Kesos (Tokoh Perempuan Muda Indonesia)

Ditambahkan Senator DPD RI yang juga Pimpinan Komite I DPD RI mengatakan bahwa generasi milenial mampu membuka praktek korupsi dengan menggunakan teknologi. "Hari ini, dengan adanya anak-anak muda dapat mengunakan budaya teknologi  mampu membongkar berbagai kasus korupsi dengan teknologi yang dikuasai anak muda,” tegasnya.

Senator juga menyampaikan kepada peserta anak muda harus menguasai teknologi. "Kaitannya dengan korupsi disini adalah teknologi sekarang dapat membantu mencari data data secara global tentang APBD ataupun APBN yang dapat diakses secara luas demi mencari data untuk mencegah korupsi dengan lebih mudah Dengan data tersebut, membuat kita sebagai warga negara mengetahui siapa saja yang berhak menjadi pejabat negara.

Menurutnya, dengan adanya generasi muda yang menguasai teknologi, itu artinya dapat membantu dan ikut berpartisipasi atas meretas korupsi yang berada di Indonesia. Karena, menurut data ada 392 pejabat negara baik pemerintahan pusat atau daerah terjerat kasus korupsi,” tutup Senator.

Sementara itu, Dr. Taswem Tarib SH MH BcIM mengatakan moderat itu adalah pola pikir rusak nya anak Indonesia karena  pola pikir nya yang buat rusak, “Hari ini sebaik nya perbaiki pola pikir dulu, negara kita besar dan kaya tapi tidak sejahtera karna korupsi dimana
di negara indonesi masih ada terhambat nya pembaguna," jelasnya.


Dr Taswen menambahkan, penyebab korupsi adalah dikarenakan integritas, moralitas, faktor stuktural, dan faktor sejarah serta politik desentrasi kualitas regulasi low enforcement.

"Terjadi korupsi karena prilaku yang bersuftif dan hendonis stuktural serta politik uang untuk mendapatkan merahi kekuasaan," jelasnya. Menurut Taswen, nilai-nilai anti korupsi dan interitas 1. Kejujuran 2. Kepedulian 3. Kemandirian 4. Kedisiplinan 5. Tanggung jawab, 6. Kerja keras 7. Sedehanaan. 8. Keadilan

"Pola pikir yang digunakan harus diubah sesuai dengan kondisi yang sedang ada di negara sendiri pemberantasan korupsi tangung kawab kita seluruh komponen bangsa utamanya generasi muda," tutupnya.

Selain itu, Ayuningtyas Widari Ramdhaniar,S.I.A., M.Kesos menuturkan milenial
Indonesia muda saat  ini harus memiliki karakter. "Generasi milenial yang menguasai teknologi juga harus sejalan dengan tujuan 4 pilar kebangsaan untuk  memberantas korupsi, karena 4 pilar kebangsaan penting untuk leadership kaum millenial dengan cara memaknai dan menjaga 4 pilar kebangsan dalam kehidupan sehari hari,” tutup Ayuningtyas. (*)

Ketua SIMAK, Dimas dalam sambutannya  mengucapkan ribuan terimkasih kepada seluruh peserta yang telah hadir.  "Tujuan acara ini untuk ini bertujuan untuk  menyiapkan generasi milenial sebagai generasi anti korupsi nantinya dapat membangun semangat mahasiswa untuk aktif dalam menanamkan sikap anti korupsi dan juga turut menanamkan nilai integritas pada generasi muda untuk Indonesia bebas korupsi," ujar Dimas yang juga ketua panitia dalam acara diskusi yang  diadakan di kampus Institut STIAMI Bekasi oleh Lembaga Spesialisasi Mahasiswa Anti Korupsi (SIMAK), Selasa, (23/9).
Powered by Blogger.