Upaya Kades Kebojongan Wujudkan Pemerintah Desa Yang Bersih Dan Profesional

Pemalang - Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan perangkat desa baru untuk posisi Kadus II, yang digelar di Pendopo Agung, Balai Desa Kebojongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Selasa (03/09) lalu, berlangsung dengan hikmat.

Berangkat dari sebuah keinginan untuk mewujudkan Pemerintah Desa Kebojongan yang bersih dari segala urusan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Nuridin, selaku kepala desa mengawalinya dengan pembentukan panitia pengangkatan perangkat desa yang dilaksanakan secara terbuka dalam forum musyawarah desa (Musdes).

Setelah melihat dan mempertimbangkan sejumlah aspek, anggota Musdes yang hadir pada saat itu sepakat menetapkan Ali Rosyidi, S.Pd sebagai ketua panitia, melalui pemungutan suara (voting), dengan perolehan suara terbanyak. Adapun yang masuk dalam daftar kepanitiaan, diantaranya, BPD, perangkat desa, tokoh masyarakat dan unsur PKK.

Pada kesempatan tersebut, kades yang pernah menjabat sebagai Kadus II ini berpesan, panitia harus bertindak jujur, transparan, profesional dan proporsional dalam menjalankan tugasnya menjaring dan menyaring bakal calon perangkat di desanya. Sehingga, siapapun yang terpilih untuk mengisi kekosongan formasi Kadus II yang ditinggalkannya, adalah peserta yang lolos seleksi dengan raihan nilai tertinggi dan memiliki kualitas terbaik.

" Saya ingin membangun Pemerintah Desa Kebojongan yang bersih dan profesional. Oleh karena itu, dalam hal ini saya meminta kepada panitia untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai prosedur. Yang jelas, tidak boleh terjadi penyimpangan, tidak boleh terjadi politik uang disini," tegasnya.

Sebagai wujud netralitas dan profesionalitasnya, Nuridin menegaskan bahwa, dirinya tidak akan melakukan intervensi dan menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada panitia penyelenggara. Namun begitu, diakuinya bahwa pemerintah desa bersama - sama masyarakat selalu mengawal dan memantau tahapan demi tahapan proses tersebut, guna menghindari terjadinya penyimpangan demi terciptanya persaingan yang jujur dan adil bagi semua peserta.

Menurutnya, dari tenggat waktu pendaftaran yang dibuka selama delapan belas hari, yakni antara 10 Juni - 28 Juni 2019 lalu, panitia berhasil menjaring sembilan nama putra daerah kedalam daftar persaingan bakal calon Perangkat Desa Kebojongan. Selanjutnya, setelah melakukan verifikasi data, panitia memutuskan bahwa, dari sembilan nama tersebut secara keseluruhan lolos ke tahapan penyaringan yang meliputi, tes kesehatan, wawancara, pidato dan ujian tertulis.

Satu hal menarik dari ujian tertulis yang menjadi sesi terakhir dari serangkaian proses penjaringan dan penyaringan ini adalah, sembilan peserta yang lolos pada tahapan sebelumnya, melakukan voting untuk memilih lima diantara sembilan nama yang direkomendasikan oleh panitia sebagai tim pembuat soal yang akan diujikan kepada mereka. Kemudian, dari lima nama yang telah terpilih, kembali dilakukan voting untuk menentukan pembuat soal dari masing - masing bidang, seperti, Bahasa Indonesia, Pengetahuan Umum, Pengetahuan Pemerintahan Desa, Pancasila dan UUD 1945.

" Mereka sendiri yang menentukan siapa - siapa saja yang akan membuat soal untuk masing - masing bidang materi. Kami pemerintah desa tidak terlibat sama sekali dalam hal ini. Saya kira, proses ini sudah berjalan dengan semestinya dan apa adanya, bukan ada apanya," katanya.

Suasana ujian tertulis yang digelar beberapa pekan silam, berjalan dengan tertib, aman dan damai. Kendati area balai desa saat itu dipenuhi oleh ratusan warga Desa Kebojongan dan keluarga dari masing - masing peserta yang ingin menyaksikan secara langsung hasil akhir dari proses panjang yang telah dijalani oleh para peserta.

Selesai mengerjakan soal, masing - masing peserta membawa dan menempelkan sendiri lembar jawaban mereka di papan yang telah disediakan oleh panitia. Setelah itu, dihadapan para peserta, saksi mandat dan masyarakat yang hadir pada saat itu, panitia melakukan pemeriksaan secara terbuka dan berulang - ulang terhadap semua lembar jawaban, baru kemudian memberikan penilaian.

" Untuk menghindari terjadinya kesalahan, panitia melakukan pemeriksaan lembar jawaban dari masing - masing peserta sebanyak tiga kali, setelah itu memberikan penilaian, " katanya.

Sesuai dengan hasil yang terpampang di papan lembar jawaban, nama Apri Nur Harto, salah satu peserta seleksi yang berasal dari Dusun II tercatat sebagai pemenang dengan raihan nilai 74, atau terpaut sepuluh angka dari peserta yang berada diperingkat kedua. Selanjutnya, Pemerintah Desa Kebojongan melaporkan hasil penyaringan tersebut kepada Bupati Pemalang, melalui Fauzan, Camat Comal.

Menutup sesi wawancara dengan awak media, Nurudin mengatakan, dengan formasi yang sudah lengkap, diharapkan kinerja Pemerintah Desa Kebojongan akan mengalami peningkatan, baik dari aspek pelayanan masyarakat maupun aspek pembangunan. Selain itu, dirinya berharap sistem penjaringan dan penyaringan perangkat yang diterapkan di desanya, dapat menjadi teladan dan diadaptasi oleh desa lain, dalam rangka mewujudkan pemerintah desa yang jujur, bersih, transparan dan profesional.*

Reporter : JS
Powered by Blogger.