Ayah Tiri Biadap, Gadis Belia Dijadikan Budak Nasfunya

Bunga (nama samaran) ketika wawancara dengan media ini pada Selasa (22/10/2019).
Pemalang - Ibarat pepatah sepandai-pandai orang menyimpan bangkai, akan tercium juga bau busuknya. Itulah yang terjadi pada seorang laki-laki sebut saja Y (nama samaran) yang tinggal di sekitar Kec. Pemalang, Jawa Tengah.

Sebagai seorang ayah, seharusnya bisa menjaga anak-anaknya dari gangguan kejahatan, sekalipun itu anak tiri. Namun tidak demikian bagi Y, melihat anak tirinya  semakin  cantik dan bahenol, entak setan dari mana yang merasuki dirinya sehingga tega meperlakukan anak tirinya yang bernama Bunga (17 th, nama samaran) dijadikan sebagai budak nafsunya.

Bunga (nama samaran) sebelum melapor ke Polisi pada Rabu (23/10/2019)
Menurut pengakuan Bunga kepada awak media pada Rabu (23/10/2019), dia diperlakuan tidak senonoh oleh ayah tirinya semenjak Bunga duduk di kelas 1 SMP sampai saat ini, yaitu kelas dua belas sebuah SMK di Kabupaten Pemalang.

" Waktu SMP kelas 1, pas tidur tahu-tahu bapak ngelus-ngelus, lalu merembet-rembet pegangi susu aku, lah aku takut, malah ngancam kaya gitu, ngancam dibunuhlah, dipukulah," ungkap Bunga di Pemalang pada Rabu (23/10/2019).

Bunga juga menceritakan kalau tidak mau melayani ayah tirinya, mengancam akan menyita hp-nya, motornya, mengancam mau mencekik dan sebagainya.

"Bapak bilang sama aku minta gituan layayaknya suami istri, kalau ga mau hp-nya disita, motornya disita, kalau ga mau, mau dibunuh, mencekik dan banyak pak ancaman-ancaman dari bapak tirinsaya, jadi saya takut," kata Bunga  yang tampak matanya sembab.

Bunga juga menceritakan, dirinya sering ditelanjangi, lalu diciumi hingga memperlakukan seperti dengan istrinya, namun Bunga belum sempat disetubuhi oleh ayah tirinya, karena dia selalu berdalih nanti kalau sudah lulus. Hal itu dia katakan  agar ayah tirinya tidak sempat melakukan hubungan badan dengannya. Perbuatan bejat ayah tirinya dilakukan ketika ibunya tidak ada di rumah. Karena ibunya saat itu bekerja di sebuah pabrik di daerah Wiradesa, sehingga keadaan rumahnya sepi. Bahkan menurut cerita bunga, perbuatan bejat ayah tirinya pernah dilakukan di tempat kerjanya.

Beruntung Bunga kabur dari rumahnya dan kos tidak jauh dari rumahnya. Dan kebetulan pemilik kos yang bernama Trisno adalah salah satu pengurus AWPI (Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia) Pemalang. Yang curiga terbadap Bunga, mengapa rumahnya tidak jauh malah kos, akhirnya Trisno pun menanyakan pada Bunga, mengapa kabur dari rumah dan milih kos  ? Akhirnya Bunga pun menceritakan persoalan dirinya pada Trisno. Lalu Trisno mengarahkan agar datang ke AWPI, setelah bapak kandungnya yang berinisial  MA datang, mereka bersama  para saksi melaporkan perbuatan bejat ayah  tirinya ke Polres Pemalang pada Rabu (23/10/2019 ) sekitar pukul 19:30 WIB.*

Reporter : Roji
Editor      : Oji
Powered by Blogger.