Bawaslu Pemalang Akan Bentuk Tiga Desa Pengawasan Dan Tiga Desa Anti Politik Uang

Pemalang - Dalam rangka mencegah terjadi money politic (Politik Uang) dalam proses demokrasi di Indonesia, khususnya di wilayah hukum Kab. Pemalang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kab. Pemalang akan menggelar beberapa rangkaian kegiatan yang sifatnya memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat. Hal itu disampaikan oleh Koordinator Divisi (Kordiv) Pengawasan, Hubungan Masyarakat (Humas) dan Hubungan Antar Lembaga (Hubla) Abdul Maksus ketika menggelar Press Release di Kantor Bawaslu Kab. Pemalang pada Rabu (23/10/2019).

"Sampai dengan bulan Desember mendatang punya   kegiatan yang sifatnya pendidikan politik terhadap masyarakat, " kata Abdul Maksus dalam keterangan Press Release.

Pertama  Bawaslu menyeleggarakan desa pengawasan, ini sebuah wilayah desa yang menjadi sasaran . Pertama yang di Kec. Pemalang yakni Desa Sungapan, Kedua Kecamatan Petarukan di Desa Nyamplungsari, Ketiga di Desa Jojogan, Kec. Watukumpul. Ini untuk desa pengawasan sudah berjalan di kawasan setempat .

"Kemudian yang kedua pembentukan desa anti politik uang ini juga ada tiga desa ," imbuh Maksus menambahkan.

Ketiga desa anti politik uang yaitu pertama di Kecamatan Bodeh yakni di Desa Pasir ,  Kedua Desa Mendelem, Kec. Belik dan Ketiga Desa Penusupan Kec. Randudongkal.

"Ini tentu pendidikan politik yang  tidak boleh berhenti untuk disampaikan kepada masyarakat karena jelas politik uang itu menjadi momok demokrasi bawaslu tidak akan berhenti memberikan pendidikan politik kepada masyarakat meskipun kadang-kadang dianggap pesimis dan gak mungkin bisa," tandasnya.

"Tapi kami berkeyakinan bahwa ini bagian dari ikhtiar, ini bagian dari usaha  pendidikan yang yang mana itu generasi itu harua dipangkas, karena kalau terus menerus seperti demokrasi kita akan terancam kejahatan Pemilu yakni politik uang," ujar Maksus dengan nada yang meyakinkan.

Maka nanti bila program itu berjalan saya minta Bawaslu bekerja sama dengan media untuk mensosialisaikan kepada masyrakat terkait desa-desa yang patut dijadikan percontohan serta masukan-masukan dari desa-desa yang menjadi percontohan. Mana kala terdapat informasi-informasi yang penting terkait program ini dapat disampaikan ke Bawaslu .

Lebih lanjut Maksus menjelaskan, ada tiga kelompok sasaran, "Kemaren kami sudah ketemu   petani teh di Pulosari jam 14:00  sampai 17:00 WIB sore tanggapannya sama, kalau money politik dianggap hal yang biasa dan bagi yang gak dapat itu apes," ujarnya.

"Tapi setelah kami berdiskusi tentang bagaimana bahayanya money politik, bagaimana keterlibatan masyarakat dalam pengawasan, mudah-mudahan menjadi pemahaman masyarakat dan sadar akan bahayanya politik uang," pungkasnya.*

Reporter : Fahroji
Editor      : Oji
Powered by Blogger.