Ran Do Don't Call (Randudongkal)

Gambar ini hanya ilustrasi saja tidak ada maksud lain.
Oleh : Hamu Fauzi (Penulis adalah mahasiswa dan aktivis)

Randudongkal merupakan kecamatan cantik yang terletak di Pemalang bagian selatan, kecamatan ini memiliki basis perekonomian yang kuat. Selain letak yang strategis di lintas jalur Pemalang – Purbalingga, juga Pemalang – Tegal. Hal ini adalah salah satu alasan mengapa perekonomian di Randudongkal kuat ? Ibarat kata jika Randudongkal diibaratkan sebuah negara ia adalah Singapura. Walaupun ketika malam kedinginannya menusuk sampai sumsum tulang, namun dari jalan depan SPBU Randudongkal sampai Masjid Baitul Kariem tak pernah sepi oleh pedagang yang menjajakan dagangannya walau sampai dini hari.

Kecamatan Randudongkal tidak banyak memiliki destinasi wisata jika dibandingkan dengan kecamatan yang lain, namun bukan berarti kecamatan ini tidak diminati investor, jika menganalisa menggunakan teori "Sosiologi Perkotaan", Randudongkal malah seharusnya menjadi sentral kebijakan ekonomi di wilayah Pemalang Selatan. Gampangnya jika kita melihat model tata letak kerajaan terdahulu yang masih menggunakan konsep sentralisasi, lihatah kita malah akan melihat bahwa Randudongkal adalah pusat perdagangannya, kemudian Moga, Belik, Pulosari, Warungpring dan Bantarbolang menjadi penyuplai utama komoditi yang ada di situ.

Memang saat ini pemerintahan pusat tengah menerapkan kebijakan desentralisasi pada setiap daerah, namun kebijakan yang dimaksud tidak serta merta agar setiap kabupaten memiliki peradaban, budaya, ciri khas dan komoditi yang sama. Salah satu program pemerintah pusat dalam suksesi desentralisasi tersebut adalah dengan adanya Dana Desa (DD). DD merupakan dana yang bersumber dari APBN yang diperuntukan bagi desa yang ditransfer melalui APBD pemerintah kota atau kabupaten. Dari dana tersebut jika mekanisme pencairannya benar dan dikelola oleh sumber daya manusia yang mumpuni maka akan menghasilkan produktifitas di desa.

Sinergitas pemerintah daerah dan desa sangat mempengaruhi sukses tidaknya pengelolaan dana desa, lalu muncul pertanyaan tolak ukur sukses tidaknya pengelolaan dana desa sebetulnya bagaimana? Jawabannya mudah, lakukan saja study kasus pada masyarakat apakah benar serapan dana tersebut sesuai dan ada wujud fisik capaiannya, missal jika di sektor ekonomi tentunya di desa tersebut akan ada wujud fisik Perekonomiannya seperti misalnya warung desa yang menyuplai segala kebutuhan masyarakat sedesa, definisi lebih mudahnya, jika dana desa tersebut dikelola dengan baik pasti akan ada perputaran uang di desa.

Kembali pada pokok pembahasan, mengapa penulis jadi menyinggung masalah dana desa ya? Padahal tema dari awal tadi mengenai Randudongkal, sepertinya ada sesuatu yang perlu diluruskan. Tapi biarlah, pembahasan mengenai Randudongkal dengan mega power perekonomiannya sangat kompleks dan keterkaitan, randu dongkal memiliki tahu randudongkal, tahu karang moncol, kacang randudongkal dan yang paling penulis sukai sih makanan "Biting-Bitingan" yang diproduksi di sekitar Masjid Agung Randudongkal ke arah utara.

Namun ketika melihat fenomena akhir-akhir ini penulis merasa miris ketika mendengar kabar bahwa pedagang tengah menangis karena lapak berdagangnya masih makrak, pembeli juga mulai susah mengakses karena pedagang direlokasikan sementaun di lapangan Randudongkal. Walhasil pola lama yang sudah terbentuk rusak karena kebijakan yang mungkin dibuat bukan oleh orang yang ahli dibidangnya, atau mungkin kebijakan renovasi lapak dagang yang dalam hal ini adalah pasar Randudongkal memiliki muatan tertentu dalam pembangunannya, ini sangat menarik jika kita lakukan study kasus bersama.

Beberapa hari lalu penulis melihat postingan di medsos dengan caption seribu koin untuk pasar Randudongkal, jika tidak salah. Sungguh miris betul pemandangannya, seharusnya pemerintah segera memberikan keterangan lebih lanjut mengapa pasar randudongkal bisa mangkrak dalam kurun waktu yang cukup lama tersebut, karena kebijakannya jelas merugikan rakyat, maka seharusnya dan seyogyanya jika Pemda tidak bisa memberi ganti rugi minimal berikan penjelasan yang logis penyebab mangkraknya pembangunan pasar Randudongkal tersebut, lebih indah lagi jika penjelasan tersebut disingkronkan dengan penjelasan dari Kontraktor yang memenangkan lelang tender tersebut, oh iya proyek tersebut melalui mekanisme lelang ya, bukan dengan penunjukan ?*
Powered by Blogger.