Aset Terdampak, Pemilik Lahan Terima Kompensasi Proyek Sutet PLN

Pembuatan Rek. dan ATM Bank untuk pencairan dana kompensasi dari PLN.
PEMALANG - PT. PLN (Perushaan Listrik Negara) berikan kompensasi hak atas kepemilikan tanah, tanaman dan bangunan dari 150 pemilik lahan yang asetnya terdampak atau berada dibawah ruang bebas Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) jalur Ungaran - Mandirancan, di Desa Banjarmulya, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Bentangan lahan yang akan mendapatkan kompensasi adalah radius 34 meter, yang terbagi menjadi dua sisi yakni, 17 meter kekanan dan 17 meter kekiri dari poros tengah jalur listrik nasional tersebut. PLN sendiri hanya sekali memberikan kompensasi selama transmisi ini beroperasi dengan besaran yang bervariasi, sesuai penaksiran harga jual dari masing - masing obyek yang telah ditentukan oleh lembaga penilai publik (Appraisal.red).

"Besarannya bervariasi, tergantung nilai dari masing - masing obyek. Yang jelas, ketentuannya adalah 15 % dari harga jual obyek yang ditetapkan lembaga penilai publik atau Appraisal," kata Sunoto, Kades Banjarmulya saat ditemui di kantornya, Rabu (07/11/19) kemarin.

Kepada awak media Sunoto menegaskan, warga atau pemilik lahan tidak akan kehilangan hak atas tanahnya dan mereka bisa menggarap lahannya seperti biasa. Akan tetapi ,dirinya berpesan kepada warga untuk lebih berhati - hati dan memperhatikan tanda - tanda bahaya karena jalur ini mengandung radiasi serta aliran listrik yang sangat tinggi.

"Mereka tidak kehilangan haknya. Kecuali enam titik lahan yang digunakan sebagai tapak Sutet, pihak PLN memang sudah melakukan pembebasan. Dan itupun pemilik lahan mendapatkan ganti untung yang luar biasa, nilainya mencapai lima kali lipat lebih mahal dari harga jual tanah pada umumnya," tegas Sunoto, seraya mengakhiri wawancara

Reporter : JS
Editor      : Oji
Powered by Blogger.