Swadaya Masyarakat, Wujud Kemandirian Pembangunan Lingkungan

Proyek pembangunan lingkungan  berupa pembuatan saluran drainase gorong gorong sepanjang 35 meter sedang dikerjakan di Jalan mangga utara RT 02/01 .dana berasal dari swadaya masyarakat murni Warga Rw 01 dan jimpitan uang siskampling Warga Rt 02/01, Sabtu (9/11/19).
PEMALANG - Pagi cerah dihias pancaran sang surya tampak menambah semangat para warga masyarakat RW 01, Kelurahan Paduraksa, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang. Warga yang bermukim dalam 3 RT ini tampak berduyun-duyun penuh semangat gotong royong bahu membahu dalam proyek drainase di lingkungannya. Proyek yang berasal dari dana Jimpitan (sumbangan sukarela yang ditempatkan dalam gelas plastik yang ada di depan rumah dan akan dikumpulkan oleh petugas.red) ini tak bisa dianggap sebelah mata. Bagaimana tidak, besaran uang jimpitan yang hanya 100 hingga 500 rupiah setiap rumah tersebut menjadi modal warga untuk pembangunan lingkungan. Tidak hanya pembangunan Drainase saja, para warga juga nampak kompak dalam segala kegiatan kemasyarakatan. Pembuatan jembatan penghubung, tempat sampah, hingga lampu penerangan disetiap jalan dan gang pun dikerahkan para warga dengan sukarela.

Dijelaskan oleh Ketua Rw 01, Kelurahan Paduraksa, Riswono, sumbangan sukarela sudah berlangsung lama dan dari itu dijadikan modal untuk melakukan pembangunan.

"Pembangunan yang ada di RW 01 ini itu semua berasal dari dana jimpitan dan juga sumbangan sukarela para warga masyarakat RW 01," jelasnya.

Ketua RW 01, Riswono, menunjukkan uang logam hasil jimpitan para warga RW 01, Kelurahan Paduraksa, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Minggu (10/11).
Sejauh mata memandang, lingkungan yang berjarak sekitar 5 km dari pusat kota  Pemalang ini tampak kental dengan nuansa kekeluargaan. Tak hanya untuk pembangunan kampungnya saja, para warga juga selalu bergerak sukarela membantu warga yang kesusahan, mengkondisikan warga yang sakit, sukarela setiap Hari Raya Idul Adha (menyumbang hewan Qurban.red), hingga pemasangan Jam Digital di Mushola pun menjadi sarana kekeluargaan yang nyata.

Selain hal tersebut, Riswono juga menambahkan, ketika momentum peringatan HUT RI setiap tahunnya pun para warga selalu penuh sukarela.

"Sudah menjadi kebiasaan dari jaman dahulu jika para warga selalu bergotong royong bahu membahu. Tidak hanya soal keuangan saja, tenaga pemikiran hingga keringatnya pun dipersembahkan untuk kampung Rw 01 ini. Bahkan pada saat 17 Agustus pun sama. Kami semua selalu sukarela goting royong bagi kehidupan bermasyarakat," imbuhnya.

Seperti kita ketahui bersama, budaya gotong royong, bahu membahu, hingga sumbangan sukarela di jaman sekarang ini, bisa dikatakan hampir tidak bisa ditemukan lagi. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi lingkungan Rw 01, Kelurahan Paduraksa ini. Semangat para warga masyarakat selalu berkobar setiap kali ada kegiatan yang dilaksanakan dilingkungan demi kebaikan bersama para warga yang mendiami 3 Rt ini.

Terakhir, Riswono menambahkan jika pihaknya ingin mewujudkan kemandirian warga masyarakat dalam kemajuan lingkungan.(Dentang)
Powered by Blogger.