Puting Beliung Kembali Terjang Pemalang

PEMALANG - Setelah memporak - porandakan sejumlah desa di wilayah Pemalang Selatan, hujan deras yang disertai angin kencang kini melanda dan merusak rumah warga Dukuh Kalibaros dan Dukuh Bandelan, Desa Taman, Kecamatan Taman, Minggu (22/12/19) siang.

Bencana alam yang terjadi sekitar pukul 12.30 Wib ini menyisakan duka yang mendalam bagi sebagian warga dukuh tersebut. Pasalnya, angin puting beliung yang menerjang, meyebabkan rumah Rukisto dan Tarjuki mengalami kerusakan yang parah. Disamping itu, terdapat ratusan pohon tumbang yang melintang dijalan.

Kusminto, yang merupakan kakak dari Rukisto mengatakan, hujan yang disertai angin kencang, merusak rangka dan atap rumah adiknya yang masih tergolong baru. Menurutnya, reruntuhan atap dan genteng tersebut sempat menimpa kaki Soliha (Istri Rukisto) yang saat kejadian berada di dalam rumah.

"Atap rumah adik saya hancur lebur, ambruk tanpa sisa, padahal baru dibangun sekitar lima tahun yang lalu. Sialnya, runtuhan genteng menimpa kaki adik ipar saya, untungnya hanya mengalami luka ringan," katanya.

Kejadian serupa juga menimpa rumah 2 lantai milik keluarga Tarjuki, yang hanya berjarak sekitar 200 meter sebelah selatan rumah Rukisto. Rumah yang dibangun 3 tahun silam, juga mengalami nasib yang sama.

Di tempat lain yaitu di Desa Wonokromo, Kecamatan Comal, ada 30 rumah warga yang gentennya pada terbang dan lima buah pohon yang tumbang, melintang menutupi jalan akibat angin kencang.

Sementara itu, Wahyu Sukarno, PLT BPBD Kabupaten Pemalang saat dihubungi Jurnalpemalang.co.id mengatakan bahwa belum bisa memberikan informasi terkait jumlah kerusakan dan kerugian yang harus ditanggung para korban akibat bencana ini.

" Kami belum bisa hitung mas, kami masih di lokasi untuk mengevakuasi warga dan rumah yang terdampak. Nanti setelah selesai kami hubungi," katanya.

Reporter : JS
Edtor       : Oji
Powered by Blogger.