Bantah Tudingan Korupsi, Kades Sitemu Angkat Bicara

PEMALANG - Musiyam, Kades Sitemu, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang sebenarnya enggan komentari tudingan dan pemberitaan korupsi yang diarahkan kepadanya baru - baru ini. Namun merasa harga diri dan nama baiknya dikoyak - koyak, ia pun akhirnya angkat bicara.

Ditemui di kediamannya, pada Jum'at (16/1/20), Musiyam membantah semua tudingan yang berkembang di masyarakat terkait bantuan RTLH Provinsi tahun 2018. Ia merasa ada pihak - pihak yang sengaja ingin menjatuhkan nama baiknya dengan melakukan fitnah.

"Agustus 2018, Desa Sitemu menerima bantuan RTLH Disperkim Provinsi Jawa Tengah sejumlah 3 unit. Pemdes mengajukan tiga nama calon penerima manfaat yakni, Sinang, Caniyah dan Anihayah," tuturnya.

Musiyam menjelaskan, dari tiga nama tersebut, data Anihayah tidak lolos verifikasi karena status kepemilikan tanahnya ternyata masih atas nama Mundofar (Persil No. 36 C. No. 268, Luas 0,017 Da), suami dari Mutala'ah, ibu asuhnya. Kemudian melalui Musdes disepakati bahwa bantuan itu dialihkan kepada Jumilah, sedangkan Anihayah akan diusulkan melalui Dana Desa (DD), Tahun Anggaran 2019. Akan tetapi ketika tiba saatnya penyaluran bantuan ditahun 2019, Anihayah menyatakan diri tidak siap dengan alasan berduka, sepeninggal Mutala'ah, ibu asuhnya.

Tidak berselang lama, Anihayah membuat surat dan mengirimnya ke Disperkim Provinsi Jawa Tengah yang isinya meminta dibantu pada tahun 2020. Menanggapi surat tersebut, pihak Disperkim Provinsi Jawa Tengah bersama Disperkim Kabupaten Pemalang turun langsung melihat kondisi rumah Anihayah.

Setelah itu dilanjutkan penandatanganan berita acara kesepakatan, yang intinya Anihayah menerima bantuan dan akan direalisasikan pada Tahun Anggaran 2020. Anihayah menandatangani kesepakatan tersebut dengan disaksikan ketua RT setempat beserta perangkat desa yang hadir saat itu.

Akan tetapi, tiba - tiba melalui surat pernyataannya, Anihayah mencabut semua pernyataan dan berita acara kesepakatan yang telah ditandatanganinya lalu mengadukan persoalan ini kepada pihak kepolisian.

"Tudingan itu tidak benar sama sekali, dimana korupsinya? Mereka membuat pengaduan dan pemberitaan yang mendiskreditkan saya. Saya akan menempuh jalur hukum atas dasar fitnah dan pencemaran nama baik," tegasnya.

Menyoal nasib rumah Anihayah, Musiyam menyebut bahwa Anihayah telah mendapatkan bantuan dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, tahun 2020 berupa uang tunai senilai 15 juta rupiah. Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Disperkim Provinsi kepada Anihayah, tidak melalui pemdes. Namun demikian menurutnya, jajaran Pemerintah Desa Sitemu ikut menyaksikan proses penyerahan bantuan tersebut.

Menutup sesi wawancara, Musiyam berpesan kepada para pihak untuk belajar dewasa dalam menyikapi persoalan, membiasakan diri klarifikasi sebelum menyebarluaskan informasi yang belum tentu kebenarannya, agar tidak terjadi fitnah yang dapat merugikan semua pihak.

Reporter : J'S
Powered by Blogger.