Bupati Pemalang Serahkan Sertifikat PTSL Di Kecamatan Moga


Pemalang - Bupati Pemalang, H. Junaedi membagikan sertifikat tanah hasil dari program PTSL Tahun 2019, kepada warga Desa Plakaran sejumlah 2.441 bidang dan Desa Walangsanga sejumlah 1.853 bidang, di SD.N 01 Plakaran, Kecamatan Moga, Rabu (29/01/20).
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh bupati dengan membagikan 500 sertifikat kepada perwakilan warga dari kedua desa tersebut.

"Terima kasih atas dukungan dan dorongan bapak bupati, sehingga program PTSL Desa Plakaran Dan Desa Walangsanga Tahun 2019 dapat terlaksana dengan baik. Terima kasih juga kepada bapak bupati yang telah berkenan hadir hari ini, meskipun baru sembuh dari sakit," kata Nur Ela, Kades Plakaran.

PTSL merupakan program nasional yang diusung oleh Presiden Jokowi. Targetnya pada tahun 2025 yang akan datang tanah di Indonesia sudah terdaftar secara keseluruhan. Tujuannya adalah memberikan kepastian hukum hak atas tanah kepada masyarakat. Selain itu, untuk meminimalisir kasus sengketa tanah yang marak terjadi ditengah - tengah mereka.

Pelaksanaan program PTSL tidak terlepas dari persoalan biaya. Dalam hal ini, Pemkab Pemalang hadir melalui Perbub No. 35 Tahun 2018, yakni dengan memberikan subsidi senilai 150 ribu rupiah untuk masing - masing bidang tanah guna meringankan beban masyarakat.

Bupati menyebut, ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Ia memastikan, Pemkab akan mengawal dan memberikan dukungan penuh pelaksanaan program PTSL hingga setiap bidang tanah di Kabupaten Pemalang bersertifikat.

"Banyak program yang belum selesai dan kegiatan yang belum tuntas. Karena sebentar lagi saya purna jabatan, maka saya akan menitipkan kepada calon bupati untuk menuntaskan program yang pro rakyat termasuk perbaikan jalan di Desa Plakaran," katanya.

"Kecamatan Moga menjadi lokasi terakhir penyerahan sertifikat program PTSL tahun 2019. Ditahun 2020 kita akan menerbitkan sertifikat sebanyak 58.000 bidang tanah. Rencananya, tahap pertama akan diserahkan di Kecamatan Belik, sekitar 15.000 bidang, bulan April yang akan datang," kata Jaja Yudha Praja, Kepala Kantor BPN Pemalang.

Jaja menegaskan bahwa BPN menargetkan ditahun 2023, tanah di Kabupaten Pemalang sudah terdaftar seluruhnya. Selain itu ia juga mengingatkan, BPN hanya sekali menerbitkan sertifikat untuk satu bidang tanah, karenanya harus dijaga dan dirawat dengan baik.

"BPN hanya sekali menerbitkan, makanya harus dijaga dengan baik. Jangan sampai rusak, apalagi dicuri orang," pungkasnya.

Reporter : Tresno

Powered by Blogger.