Dari Balik Jeruji Besi, Antoni Beberkan Polemik Pasar Buah Dan Sayur

PEMALANG - Cari Antoni pengusaha Real Estate dan mantan Ketua Paguyuban Pasar   Buah dan Sayur Pemalang yang saat ini telah divonis 8 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Pemalang membeberkan polemik soal pasar buah dan sayur melalui kuasa hukumnya Agus Waryoko, SH dari pesan yang ditulis dan dikirim oleh Antoni dari balik jeruji penjara. Hal tersebut disampaikan kuasa hukumnya Agus Waryoko, SH dalam konferensi pers yang digelar di hotel The Winner Pemalang pada Senin (20/1/2020) pukul 13:00 WIB.

Berikut ini pesan tertulis Antoni yang dibacakan langsung oleh Mulyanto terkait polemik itu.

" Saya (Cari Antoni) yang saat ini sedang mperjuangkan sebuah keadilan dan memperjuangkan sebuah maklumat kebenaran, ingin menyampaikan beberapa hal terkait perkara yang sedang saya jalani saat ini.     
        Ini merupakan bagian terpahit yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya yang saat itu menjabat sebagai ketua paguyuban pedagang Pasar Buah dan Sayur Kabupaten Pemalang sudah secara maksimal mewujudkan impian para pedagang dengan menyediakan beberapa fasilitas pendukung agar kenyamanan dan keamanan para perdagang terjamin dari mulai perencanaan hingga pembangunan fasilitas pendukung pun telah secara bersama-sama dikerjakan dengan seluruh pengurus paguyuban dan diketahui oleh Dinas terkait, Namun hal tersebut hanya dijadikan sebagai ladang kecurangan yang diiakukan oleh beberapa pengurus paguyuban lainnya. Total yang dianggarkan dalam pembangunan fasilitas maupun kios tambahan mencapai Rp 3,5 milyar dengan sumber dana secara swakelola dan ditampung oleh bendahara paguyuban saat itu sdr. Nurpandi anggaran sebesar Rp 3,5 milyar yang ditampung oleh bendahara paguyuban.
     Kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh beberapa Pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Sayur dan Buah sangat begitu kental hingga saya sendiri dikorbankan, seolah-olah menjadi orang yang bersalah, dengan melaporkan diri saya kepada para penegak hukum. Namun saya percaya Allah SWT tidak menutup matanya kepada orang yang terdzolimi dan terbukti dalam fakta-fakta persidangan bahwasanya, saya lidak mutlak dipersalahkan dalam kecurangan yang dilakukan oleh oknum pengurus Paguyuban Pedagang Buah dan Sayur. Dan sampai konfrensi pers ini digelar status hukum saya belum incrach/ memiliki kekuatan hukum tetap sebagai orang yang bersalah.
      Pada tanggal 9 Oktober 2019 saya dan kuasa hukum saya melaporkan Sdr. Nurpandi CS, orang yang terkait dengan pasar buah dan sayur Kabupaten Pemalang kepada Polres Pemalang orang tersebut saya laporkan karna ikut menikmati dan melakukan kejahatan dalam proyek pengadaan fasilitas tambahan dan 28 kios Pasar Buah dan Sayur Kabupaten Pemalang dan Alhamdulillah pihak Polres Pemalang menanggapi laporan saya dan saat ini diproses oleh Unit IV Rekrim Polres Pemalang dan informasi terakhir pihak Polres Pcmalang sudah mengirimkan SPDP ( Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ) kepada kejaksaan Negeri Pemalang.
        Pada tanggal 10Januari 2020 saya menerima tembusan Surat dari Paguyuban Pedagang Buah dan Sayur Kabupaten Pemalang yang menurut saya isinya hanya sebuah ketakutan dan kekhawatiran Sdr. Nurpandi CS. karena surat tersebut justru terkesan mendikte pihak kepolisian sedangkan ke profesionalisme pihak Polres Pemalang dalam menangani perkara tidak diragukan lagi dan Kepolisian bukan tempat untuk diancam seperti isi surat yang dikirimkan oleh Paguyuban Pedagang, saya secara pribadi sangat begitu prihatin dengan kebobrokan yang terjadi dalam Pasar Buah dan Sayur Kabupaten Pemalang, kebnaran dan kejujuran solah-olah dibungkam oleh oknum Pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Buah dan Sayur Kabupaten Pcmalang. Ungkap Cari Antoni. Saya sangat percaya saudara-saudara tidak akan diam begitu saja melihal kecurangan-kecurangan yang terjadi pada Pasar Buah dan Sayur, melalui tulisan-tulisan teman-teman media sekalian kabarkanlah kepada masyarakat luas tentang kebobrokan yang terjadi. kepada LSM maupun Ormas teriakan kebenaran yang sebenar2 nya dan kepada Pihak Kepolisian khususnya Polres Pemalang kami semua sangat percaya keprofesionalisme dalam bekerja untuk menumpas kejahatan yang terjadi pada Pasar Buah dan Sayur Kabupaten Pemalang.
     Saya secara pribadi dan seluruh keluarga besar saya selalu mendoakan saudara semua dalam' mengungkap sebuah kebenaran. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita dalam scgala hal dan saya berpesan kepada saudara sekalian jangan gentar berkata benar ". Itulah pesan tertulis yang dikirim oleh Antoni kepada kuasa hukumnya.

Telah diketahui bahwa Cari Antoni saat ini telah menjalani proses hukum yang menimpanya. Dalam kasus Pasar Buah Dan Sayur Pemalang, dia dituntut 3 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kini, dia divonis 8 bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Pemalang.

"Dan untuk itu kita masih mengupayakan pada klien kita mengambil upaya hukum terutama banding yang saat ini sudah berjalan di Pengdilan Tinggi Semarang dan untuk mengungkap kebenaran yang ada siapa sebenarnya  pelaku  pengguna anggaran tersebut, kami  sudah melaporkan 1 orang pada Polres Pemalang, dan saat ini sudah tahap pemeriksaan saksi, harapan kami semoga terungkap siapa sebenarnya dalang atau  pelaku pengguna anggaran  atau dana kios pasar buah dan sayur," kata Agus Waryoko, SH kuasa hukum Cari Antoni.*

Reporter : Tresno
Editor      : Oji
Powered by Blogger.