Gebyar Budaya Taman, Boyong Kenthong

PEMALANG - Gebyar Budaya Taman (GBT) merupakan perpaduan antara pentas seni budaya dan promosi produk unggulan desa. Acara diinisiasi oleh Camat Taman, BPM Wibowo dengan tujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap nilai - nilai budaya dan mengembangkan ekonomi kreatif.

"Acara digelar dari tanggal 30/1/20 sampai dengan 2/2/20. Sejauh ini persiapannya sudah mencapai 80%. InsyAllah pada harinya, tinggal breeng saja," tutur Dimas Prasetyo, Ketua Panitia Penyelenggara, ketika ditemui Jurnal Pemalang di Taman, Jum'at (17/1).

Dimas mengatakan, acara inti diawali dengan pengambilan air dari Blumbang Banyu Taman, lalu dikirab keliling desa. Sesampainya di pendopo kecamatan akan disambut dengan Sendra Tari Boyong Kenthong yang diprakarsai Ki Dalang Suryo.

Blumbang Banyu Taman merupakan sumber air yang berada di Desa Taman. Masyarakat setempat mempercayai sumber mata air ini memiliki kekuatan magic yang mampu mengungkap sebuah kebohongan. Artinya, barang siapa yang melakukan kebohongan, dipercaya akan menerima karma setelah meminum air Blumbang Banyu Taman.

Sedangkan Boyong Kenthong adalah tradisi yang telah berlangsung sejak tahun 1931. Umumnya dilakukan pada setiap pergantian kepala desa. Kades lama akan menyerahkan kenthongan kepada kepala Kades baru sebagai simbol kerukunan dan kebersamaan.

Dari perpaduan dua budaya tersebut, pesan moralnya adalah mengajarkan kita semua, baik dari elemen masyarakat ataupun pemerintahan senantiasa menanamkan dan menerapkan nilai - nilai kejujuran dan kerukunan dikehidupan sehari - hari.

"Rohnya adalah menanamkan nilai-nilai kejujuran dan kerukunan pada masyarakat. Dan satu lagi, tradisi Boyong Kenthong ini sangat ikonik, karena hanya ada di Kecamatan Taman," pungkasnya.*

Reporter : Jumanto S
Editor      : Oji
Powered by Blogger.