SMK Islam Al Khoiriyah Petarukan Adakan Pelatihan Batik

Para siswa antusias dan fokus membatik, walaupun mereka berada di tempat panas karena tidak kebagian tempat yang disediakan oleh panitia. (Photo by roji)
PEMALANG - Batik merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural) sebuah lembaga dunia dibawah naungan PBB yang menangani masalah budaya, pendidikan dan ilmu pengetahuan. Nah, dalam rangka ikut melestarikan salah satu warisan budaya bangsa tersebut, SMK Islam Al Khoiriyah Petarukan mengadakan kegiatan pelatihan membatik yang nara sumbernya didatangkan dari luar sekolah yaitu Fatma Diana Widi dari Lembaga Pelatihan Kerja Batik Arta Kencana dari Taman, Pemalang. Kegiatan membatik berlangsung di halaman sekolah, Kamis (30/1/2020) dimulai dari jam 08:00 WIB.

Salah satu kain batik hasil karya dari siswa kelas XII TP2. (Photo dok)
Peserta pelatihan membatik masal diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas XI  dan kelas XII baik program Akuntansi (AK) maupun Teknik Pemesinan (TP). Mereka pun sangat antusias mengikuti pelatihan. Hal ini tampak tak ada rasa canggung walaupun latihan membatiknya di tempat yang panas karena di tempat yang sudah disiapkan pihak penyelenggara sudah penuh, mereka tetap semangat dan fokus membatik.

Siswa juga merasa senang dengan adanya kegiatan membatik, seperti diungkapkan Tazkia Sabrina siswi kelas XI AK3, ketika ditemui media Jurnal Pemalang di lokasi, dia merasa senang dengan adanya kegiatan semacam itu, menambah pengetahuan tentang cara membatik yang merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia.

"Saya merasa senang dengan adanya kegiatan ini, dapat menambah pengetahuan tentang budaya batik, dan saya merasakan bagaimana sih rasanya membatik itu? Dan saya suatu saat ingin menjadi pengusaha batik dan mengembangkan warisan budaya ini," kata Sabrina.

Hal yang sama juga diungkapkan Nonik Kirana siswi kelas XI AK2, dirinya merasa senang dengan kegiatan tersebut. "Perasaan saya senang, karena dengan diadakannya pelatihan ini, menjadi tambah pengetahuan tentang membatik, dan terinspirasi untuk menjadi pengusaha batik, inginnya sih," ungkap Nonik dengan memegang alat membatiknya.

Sementara itu, Fatma Dian Widi mentor batik dari LPK Batik Arta Kencana mengungkapkan bahwa pelatihan batik untuk tingkat SMA/SMK di Kabupaten Pemalang baru dua sekolah.

"Pelatihan batik untuk SMA/SMK ini baru di SMK PGRI dan SMK Al Khoiriyah, itu mencakup kewirausahaannya tapi didalamnya mencakup batik karena itu batik, nanti kita sisipkan pelatihan batik dalam materi kewirausahaan," kata Fatma Dian Widi.

Dia berharap setelah diadakan pelatihan membatik pada anak-anak sekolah, mereka dapat mengetahui salah satu warisan budaya bangsa ini, serta dapat membedakan antara mana batik prin, batik cap dan batik tulis atau canting.

"Saya berharap bahwa karena ini sudah diakui UNESCO, saya berharap agar siswa-siswi ini biar belajar batik, siswa tahu membatik. Untuk edukasi kita mengenalkan batik ke siswa-siswa. Disamping itu kewirausahanya, jadi anak-anak tidak buta batik, tahu batik. Karena anak-anak juga tidak hanya bisa memakai tapi juga tahu prosesnya, jadi mereka menghargai warisan budaya nenek moyang kita," ujarnya.

Kepala Sekolah SMK Islam Al Khoiriyah Petarukan H. Mu'tamar, M.Si kepada media Jurnal Pemalang mengatakan, kegiatan itu sebagai upaya pembelajaran yang narasumbernya diambil dari pihak luar, biar ada motivasi dan penyegaran bagi anak-anak.

"Dan itu tujuannya biar anak-anak tidak meninggalkan jati diri bangsa  dan membesarkan budaya jawa yang paling kental dalam hal ini yaitu batik," kata Mu'tamar.

Mu'tamar juga mengungkapkan, pelatihan membatik di SMK Islam Al Khoiriyah sudah dua kali. Tapi yang mendatangkan narasumber ke sekolah baru kali ini.

" Untuk kegiatan membatik sudah dua kali. Namun yang mendatangkan narasumber ke sini baru kali ini. Harapannya untuk pembelajaran seperti ini perlu terus dikembangkan dan tidak hanya pelajaran PKK (Produktif, Kreatif dan Kewirausahaan) saja tapi juga yang lainnya juga bisa," ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh H. Titin Qomariyah, SE guru yang mengampu mata pelajaran PKK (Produktif, Kreatif dan Kewirausahaan).

"Ini membatik dalam rangka mempraktekan atau berkreasi  untuk pelajaran PKK (Produktif, Kreatif dan Kewirausahaan) agar mereka mampu membuat batik dan bisa  menjadi peluang usaha bagi mereka kelak," kata H. Titin panggilan akrabnya.

Tujuannya agar anak tahu atau mengerti serta mempunyai wawasan dalam hal batik, selain melestarikan budaya bangsa karena batik merupakan produk Indonesia .

"Juga bisa memotivasi anak untuk menjadi seorang wira usaha batik. Di Al Khoiriyah sendiri untuk mengundang narasumber dari luar sekolah baru pertama kali, Numun beberapa tahun yang lalu pernah mengadakan pelatihan batik di Musium Batik di Pekalongan," paparnya.

Dia berharap agar anak-anak bisa mengenal batik, bisa berkreasi dan mengeksplorasi bakat yang ada pada mereka dalam berbagai bidang diantaranya batik ini.*

Reporter : Roji

Powered by Blogger.