Kelompok "I Moms Kuat" eks Kawedanan Belik Dapat Bantuan Dari Ketua Tim Penggerak PKK

PEMALANG - Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Pemalang H. Irna Setyowati Junaedi  memberikan bantuan kepada  "I Moms Kuat" eks Kawedanan Belik yakni  " I Moms Kuat" Kecamatan Belik , " I Moms Kuat"  Gunung Jaya, " I Moms Kuat" Kecamatan Watukumpul, " I Moms Kuat" Desa Cawet perwakilan dari Kecamatan Pulosari "Moms  Kuat" Desa Nyalembeng.

"I Moms Kuat" adalah Kader PKK yang digerakkan untuk masyarakat  yang peduli dengan kesehatan wanita tangguh serba bisa dalam hal pemanfaatan  dan  pengelolaan sampah menjadi barang bermanfaat melalui bank sampah yang ada di desa dan Kecamatan. Maka dari itu Ketua Tim Penggerak PKK H. Irna Setyowati memberikan bantuan, agar terpacu lagi dalam pemanfaatan sampah, terutama sampah plastik untuk meningkatan kreatifitas dan perekonomian desa dan keluarga.

Bantuan itu disampaikan langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang Hj. Irna  Setyowati Junaedi di Pendopo Kecamatan Belik, Senin (17/02/2020) lalu dalam acara penggerakan kelompok peduli kesehatan tingkat kecamatan yang ber tema "Generasi Sehat Indonesia Unggul".

Acara diikuti oleh semua  Kader PKK  eks Kawedanan Belik   yaitu Kecamatan Belik, Kecamatan Watukumpul dan Kecamatan Pulosari.

Hj. Irna Setyowati dalam sambutannya berpesan kepada Tim Penggerak PKK yang hadir, agar selalu mengurangi penggunaan sampah plastik.

"Kalo bukan dimulai dari diri kita, keluarga serta orang terdekat mau dari mana lagi? Lebih baik kita menggunakan peralatan tradisional seperti dulu lagi, lebih sehat dan lebih ekonomis," kata Irna panggilan akrabnya.

"Jangan lupa pula kalo kita belanja di pasar atau di mana saja kita usahakan bawa tempat belanjaan dari rumah jangan pakai kantong plastik, karena plastik itu sangat berbahaya sampe 80 tahun bahkan ratusan tahun tidak bisa terurai, apalagi sterefom itu bahaya sekali karena tidak bisa terurai dan tentunya tidak baik untuk kesehatan," ujar Hj. Irna menandaskan.

Hj. Irna Setyowati menambahkan, jangan sekali-kali membuang sampah plastik di sungai. Lebih baik sampah plastik yang ada dikumpulkan dibikin kerajinan ataupun keperluan lainya sehingga bisa menghasilkan uang tersendiri dengan tangan-tangan terampil kita .

"Dalam hal ini saya akan mendorong semua kecamatan atau pun desa untuk mengadakan bank sampah sehingga sampah plastik ataupun lainya yang tidak bermanfaat bisa di olah menjadi kerajinan atau benda yang bermanfaat lainya, yang nantinya semua "Moms Kuat" dari satu desa yang beranggotakan 30 anggota bisa menarik anggota lainya dan tentunya itu akan menjadi meningkatkan perekonomian desa serta  mengurangi sampah plastik dari kerajinan yang di buat dari sampah tersebut," pungas Hj. Irna menegaskan.*

Reporter : Tresno
Editor      : Oji
Powered by Blogger.