Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang Jadi Penggerak PKK Desa Samong Yang Mati Suri

Tim Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang mendampingi kegiatan PKK di Balai Desa Samong, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Jawa Tengah. (Photo dok)
PEMALANG – Tim Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang mendampingi kegiatan rutin PKK pada hari Sabtu  (8/2/2020) di Balai Desa Samong. Hal ini menjadi awal bangkitnya kegiatan PKK yang beberapa waktu ini sempat berhenti.

Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) memiliki peran penting bagi kesuksesan program pemerintah. Berbagai tantangan bagi kader dalam menyesuaikan rancangan kegiatan masyarakat hingga menangani pergantian kader yang berhenti menjadi penghambat perkembangan kegiatan PKK. Salah satu kader PKK Desa Samong Ibu Sumitri mengungkapkan, “Gerakan PKK yang sifatnya sukarela menjadi salah satu faktor penghambat sehingga banyak kader yang memilih berhenti karena kurangnya kesejahteraan bagi kader," ungkapnya.

Seharusnya kegiatan PKK bukan dilakukan secara suka rela, namun agenda rutin dalam program kegiatan desa. Faktor permasalahan penghambatnya kegiatan PKK ialah target home industry yang begitu besar dan kesadaran akan kepentingan bersosialisasi yang minim khususnya ibu-ibu desa samong. Mahasiswa KKN melakukan gerakan ketuk pindu desa untuk mensosialisaikan pentingnya kegiatan PKK, sehingga terkumpulah kurang lebih 35 ibu-ibu di Desa Samong yang melakukan kegiatan PKK di Balai Desa Samong.

Hal ini menjadi alasan Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang untuk menjadi penggerak PKK Desa Samong yang saat ini sedang mati suri atau pasif dalam beberapa waktu terakhir. Bertepatan dengan awal tahun mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang beretkad untuk ikut berpartisipasi dalam perkumpulan ibu-ibu PKK.

“Harapan kami kegiatan PKK akan berlangsung setiap bulannya. Sehingga agenda desa yang melibatkan peran ibu-ibu akan mudah tersalurkan. Karena PKK sendiri merupakan agenda rutin setiap desa yang ada di Indonesia. Peran nya tidaklah sepele tapi cukup besar yakni mulai dari sadar akan kesehatan perempuan, peran ibu rumah tangga, sosialisai desa, wujud nyata kebersihan, dan lain-lain, ” kata Anisatur Rohmah dan Diah Kartika selaku koordinator program kerja KKN Universitas PGRI Semarang.(adv/red)
Powered by Blogger.