Alihkan Dukungan, Tujuh Kader PPP Terancam di Berhentikan


PEMALANG – Tujuh kader PPP yang mengatasnamakan Angkatan Muda Ka’bah (AMK) dan Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) menyatakan penolakan dukungan kepada Bakal Calon (Balon) Bupati Pemalang, dr. Azis dan akan mengalihkan dukungan kepada pasangan Agus Sukoco-Eko Priyono.
Terkait hal ini Fahmi Hakim, Sekertaris DPC PPP Pemalang saat dihubungi via seluler, Minggu (22/3/20) malam, justru menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum memutuskan nama bakal calon bupati yang akan diusung pada gelaran Pilkada 2020 mendatang.
“Pendaftaran balon saja baru dibuka, dan kami tidak bisa memutuskan ini sendiri. Apalagi PPP harus berkoalisi, jadi harus dibahas lebih dulu bersama mitra koalisi. Semua ada aturannya, ada mekanismenya dan harus melalui tahapan-tahapan yang sudah ditentukan,” ungkapnya.
Lantas apa dasar mereka mengatasnamakan AMK dan GPK, sambungnya, sedangkan yang saya tahu, masa kepengurusan mereka sudah habis dan baru akan ditetapkan kembali pasca Pilkada nanti.
“Kebetulan saya ini masuk di dalam kepengurusan GPK pusat, jadi saya paham betul,” tandasnya.
Fahmi memastikan, jika ada kader atau pengurus PPP yang tidak tegak lurus dengan garis partai maka akan diberikan tindakan tegas.
“ Ya, berlaku bagi siapa saja, kader ataupun pengurus, jika terbukti tidak patuh kepada keputusan partai, maka akan dikenakan sanksi hingga diberhentikan,” tegasnya.
Penulis: Jumanto Sastro
Powered by Blogger.