Banjir, Pedagang Pasar Pagi Pemalang Merugi


PEMALANG - Pasar Pagi Pemalang kembali terendam banjir. Imbasnya sejumlah pedagang harus merugi lantaran kios dan lapaknya sepi pembeli. Bagaimana tidak, dari penghasilan rata-rata pedagang yang semula antara 400 ribu hingga 500 ribu per hari, kini hanya berkisar antara 100 ribu hingga 200 ribu saja.

Tahyo adalah salah satu pedagang pakaian yang lapak tempatnya berjualan terendam banjir. Alhasil, omsetnya menurun drastis. Menurutnya, minimnya drainase dan terjadinya sedimentasi merupakan pangkal persoalan yang harus ditangani pemerintah bersama dinas terkait.

"Hanya ada satu drainase induk, kondisinya sudah menyempit karena endapan lumpur dan sampah. Untuk mengatasi ini (Banjir-red) mungkin harus dilakukan pengerukan dan perbaikan drainase secara menyeluruh," katanya. 

Mendengar keluhan tersebut, H. Eko Priyono, Calon Wakil Bupati Pemalang saat mengunjungi pedagang pasar yang terdampak banjir sore ini (Kamis, 12/3/20), berjanji akan segera menyelesaikan persoalan ini ketika dirinya menjabat nanti.

"Ini menjadi catatan buat saya dan pak Agus Sukoco (Cabup-red). Akan kami evaluasi, kemudian kami selesaikan secara menyeluruh agar situasi semacam ini tidak terjadi lagi," katanya.

Eko menegaskan, dalam menangani persoalan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial. Terutama untuk tempat-tempat strategis semacam pasar yang berdampak ekonomi bagi masyarakat bawah.


Reporter : J'S
Powered by Blogger.