Kurangnya Fasilitas Antisipasi Melawan CORONA di Pasar Pagi Pemalang

Kran Air di Pasar Pagi Pemalang, macet, tidak keluar air. Keadaan itu diperparah dengan tidak tersedianya sabun cuci tangan, tisu, hand sanitizer, bahkan tempat
sampah, Kamis (19/3) (foto by Dentang)
Pemalang - Video Teleconferens yang dilakukan Bupati Pemalang H. Junaidi pada beberapa kantor dinas, Bank, hingga Pasar Pagi Pemalang, Rabu (18/3). Menjadi sarana bagi orang Nomor Satu di Pemalang ini untuk memantau bagaimana kondisi antisipasi pihak Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam mensikapi Corona. Tapi, siapa sangka tindakan Bupati Pemalang itu hanya "Angin Lalu" yang direalisasikan saat video konfrens dan tidak permanen pelaksanaannya.

Suasana Video Konfrensi oleh Bupati Pemalang DR. A. P. H. Junaidi SH., M., Ketua DPRD Pemalang H. Agus Sukoco, Kapolres Pemalang AKBP. Edy S. Sitepu., Dandim 0711 I. C. Tarigan., serta beberapa Kepala Dinas, di ruang Comand Room, Dinas Komunikasi dan Informasi. Video Konferens tersebut dilaksanakan guna memantau keadaan di beberapa Kantor, Rumah Sakit Umum Dr. M. Ashari, Bank Jateng, serta Pasar Pagi Pemalang
Kondisi tersebut terang terangan tampak di Pasar Pagi Kota Pemalang. Saat tim media ini memantau kondisi lokasi pada Kamis (19/3), enam pintu akses keluar masuk pasar tersebut, jangankan fasilitas kain pengering atau sekedar tisu, keran air, sabun, bahkan cairan hand sanitizer pun tidak tampak di ke enam pintu tersebut. Keran air hanya tampak di pintu utama saja (pintu besar bagian depan.red), fasilitas kran tersebut pun tampak tewas dengan mesranya karena tidak mengalirkan air, tanpa dilengkapi sabun, tisu, hand sanitizer, bahkan tempat sampah.

Sementara, ketika tim kami ingin mencoba menanyakan hal tersebut pada Kepala Pasar Pagi, serta Kepala Disperindag Kabupaten Pemalang, kedua orang tersebut tidak berada ditempat, hingga berita ini ditayangkan keduanya pun belum bisa dihubungi.
(Dentang)
Powered by Blogger.