Tindak Lanjuti Keputusan Gubernur Jawa Tengah, Bupati Pemalang Gelar Konferensi Pers Terkait CORONA

Konferensi Pers Bupati Pemalang dalam menindaklanjuti penyebaran covid -19, Minggu (15/3).
Pemalang - Jagat Semesta saat ini sedang digemparkan dengan munculnya virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan, Cina. Virus yang menjakit warga setempat sejak sekitar bulan Desember 2019 yang kemudian tersebar luas dihampir belahan dunia ini nampaknya membuat semua warga panik akan keselamatannya di luar rumah. Tak hanya itu saja, dari penghitungan berbagai sumber. Penyakit yang disebabkan oleh hewan kelelawar ini sudah membuat pemerintah bahkan warga masyarakat Ngelus dada akan penyebarannya. Tak hanya di Luar Negeri saja, di Negara Kesatuan Republik Indonesia pun seakan kelimpungan menindaklanjuti penyebaran virus tersebut. Terhitung sudah puluhan orang dirawat intensif di berbagai rumah sakit terkait virus corona.

Bupati Pemalang, DR. A. P. H. Junaidi SH., MM., meninjau langsung Stasiun Pemalang yang sedang dilakukan penyemprotan desinfektan.
Tak hanya himbauan agar lebih hidup bersih, cuci tangan dengan sabun sesering mungkin, pemerintah juga rajin melakukan penyemprotan desinvektan ditempat umum, yang dirasa perlu guna mencegah penyebaran corona atau Covid -19.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam Konfrensi Pers baru baru ini mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah menyiapkan puluhan rumah sakit yang khusus menjadi tempat perawatan pasien yang terkena corona. Pihaknya juga memutuskan untuk meliburkan semua sekolah dari setingkat TK hingga SLTA guna mencegah aktivitas di luar rumah yang dikhawatirkan akan mempercepat penyebaran corona.

"Pemprov Jateng sudah menyiapkan banyak rumah sakit yang siap menangani pasien corona. Sekolah juga demikian, saya perintahkan untuk libur selama 14 hari ke depan. Agar bisa mengurangi resiko terkena corona,"  ungkapnya.

Himbauan yang diungkapkan oleh orang nomer 1 di Provinsi Jawa Tengah tersebut, nampaknya bukan isapan jempol semata. Terbukti, himbauan tersebut juga langsung dilaksanakan oleh seluruh Bupati / Wali Kota di Provinsi Jawa Tengah.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surakarta. Pihak Pemerintah Kota Surakarta, langsung mengikuti himbauan yang diberikan oleh bapaknya warga Jawa Tengah tersebut.

Himbauan Pemkot Surakarta
Hal yang sama juga terlihat di Kabupaten Pemalang. Bupati Pemalang A. P. H. Junaidi langsung melaksanakan himbauan tersebut. Tak hanya menghimbau agar warga masyarakat Kabupaten Pemalang tetap tenang, hidup bersih, hindari kontak dengan hewan liar, selalu rajin cuci tangah pakai sabun, pihaknya juga menghimbau pada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pemalang, Bank, sarana transportrasi, pasar atau pusat perbelanjaan untuk menyediakan cairan pencuci tangan (Hand Sanitizer.red).

"Semua jajaran Pemerintah Kabupaten Pemalang dari Saya, Kepala Dinas, Camat, hingga kepala desa, bahkan Ketua RT dan RW, sudah saya koordinasikan agar bisa menindaklanjuti penyebaran corona. Memberi himbauan pada warga masyarakat untuk rajin cuci tangan pakai sabun, menyediakan cairan pencuci tangan, hindari kontak dengan hewan liar, mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak perlu, dan juga tetap tenang serta jangan panik. Untuk sekolah di Kabupaten Pemalang juga sudah kami himbau untuk libur selama 14 hari kedepan.", katanya dalam Konferensi Pers, di Pendopo Kabupaten Pemalang, (15/3).

Langkah pasti yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang dengan menyediakan cairan pencuci tangan, selalu melakukan penyemprotan area umum dengan desinfektan, serta mengajak warga untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh akan berita yang belum tentu kebenaranya tentang corona., nampaknya disambut senyuman dan sedikit meringankan rasa was was para warga masyarakat.(Dentang)
Powered by Blogger.