Diduga Ada Penyimpangan BPNT, Polres Pemalang Bentuk Tim Khusus


JURNALPEMALANG.CO5.ID, PEMALANG - Polres Pemalang akan membentuk Tim khusus untuk melakukan penyelidikan dugaan adanya penyimpangan dalam penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Pemalang.

“Sudah kita bentuk tim untuk mengusut persoalan ini. Sedang dilakukan penyelidikan,” kata Kapolres Pemalang, AKBP Eddy Suranta Sitepu sebagai mana yang lansir oleh puskapik.com, Minggu 26 April 2020.

Langkah yang dilakukan pihak kepolisian tersebut, setelah adanya temuan ketika Ketua DPRD Pemalang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah tempat penyaluran BPNT di wilayah Kabupaten Pemalang pada Sabtu (25/4/2020) kemarin.

Dalam proses penyelidikan, kapolres menyatakan akan menelusuri aliran dana dari pemotongan dana oleh agen dan penyalur kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Semua kita usut, termasuk aliran dananya,” tegasnya.


Sebelumnya, telah dikabarkan bahwa dalam penyaluran BPNT kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di sejumlah tempat ditemukan banyak kejanggalan.

KPM yang seharusnya memperoleh manfaat sebesar Rp. 200 ribu per KPM, tapi faktanya nilai manfaat dari paket  sembako yang diterima KPM, bila dihitung berdasarkan harga di pasar, tidak sampai nilai Rp. 200 ribu, namun hanya berkisar  Rp. 180 ribu sampai Rp. 185  ribu, jadi ada pengurangan Rp. 15 ribu.

Di lokasi penyaluran BPNT, Hartoyo perwakilan Bumdesma, ketika ditanya soal berkurangnya nilai manfaat yang diterima KPM mengatakan, selisihnya itu untuk keuntungan agen.

"Yang dibelanjakan itu bila dijumlah sekitar Rp. 185 ribu, yang Rp. 15 ribu sebagai profit agen," kata Hartoyo.

Tidak hanya itu, ketidakwajaran terjadi ketika menentukan harga telur yang dihitung perbutir atau satuan sehingga harganya menjadi mahal. Padahal itu belinya banyak dan di agen lagi.

Selain itu, Ketua DPRD Pemalang Agus Sukoco juga menemukan kwalitas beras yang kurang bagus.

" Ini berasnya kok agak hitam ya, ga putih, " kata Ketua DPRD ketika mengecek langsung beras dari kantong yang sengaja dibuka.(red)
Powered by Blogger.