Pers Conferens Bupati Pemalang: "3 Positif, 2 Meninggal"


Pemalang - Siapa sangka pandemi Corono Virus Deseas 2019 yang melanda Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, telah menyebarluas, menjangkit dan menelan korban jiwa? Ya benar, setiap warga Kabupaten Pemalang tak akan menginginkannya.

Harapan agar covid 19 segera Minggat dari Kabupaten Pemalang dan NKRI pun kian hari kian tak pasti. Kehidupan warga masyarakat pun seakan serba susah dan gampang menghembuskan nafas terakhirnya.


Menindaklanjuti Covid 19 yang semakin memprihatinkan di Kabupaten Pemalang, Senin Sore (13/4), Bupati Pemalang DR. A. P. H. Junaidi SH., MM., menggelar Konferensi Pers di Posko Penanggulangan Covid 19 di Pendopo Kabupaten Pemalang Jawa Tengah. Konferensi Pers dihadapan para insan pers ini sebagai bentuk penyebarluasan informasi pada publik atau warga masyarakat Kabupaten Pemalang tentang kabar terbaru covid 19 di Kabupaten penghasil buah Nanas Madu.


Dikatakan oleh Bupati Pemalang, DR. A. P. H. Junaidi SH., MM., mengungkapkan, di Kabupaten Pemalang ada 3 orang tambahan pasien positif covid 19, dengan total 5 warga. Sedangkan 2 warga yang meninggal berstatus PDP, Pria dengan umur 61 Tahun dan 44 Tahun.

"Informasi dari Balai Besar Litbang Kesehatan di Salatiga, menyatakan ada tambahan 3 warga yang berstatus positif, sehingga total warga positif adalah 5 orang. Sedangkan 2 pasien berstatus PDP, itu meninggal dunia, pria, umuru 61 dan 44 Tahun," ungkapnya.

"2 warga berstatus PDP yang meninggal dunia tersebut, Alhamdulilah tidak ada penolakan dari warga sekitar dan justru sangat membantu kami mengurus pemakaman jenazahnya. Untuk kepengurusannya juga sudah sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah Pusat," imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Pemalang yang sudah berusaha semampu dan sekuat tenaga melakukan semuanya demi penanggulangan Covid 19, terlihat begitu semangat dan pantang menyerah. Terbukti selain penyebarluasan informasi, himbauan, hingga pemeriksaan setiap warga masyarakat pun dilakukan untuk memperkecil dan menyudahi pandemi covid 19 di Kabupaten Pemalang.

 Namun apa daya, Covid 19 yang muncul sekitar akhir bulan Desember 2019 di Wuhan, Cina., ini sudah menyebabkan ribuan orang di jagat semesta ini terpapar, terjangkit, bahkan ikhlas ketika berganti status menjadi "Almarhum".Usaha demi usaha dilakukan dari mulai Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten / Kota, hingga semua unsur yang ada pun bersatu padu melawan pandemi covid 19 ini. Penyemprotan Disinfectan, kerja bakhti, hingga penyebarluasan himbauan akan menjaga daya tahan tubuh pun sudah dilakukan. Akan tetapi, bagaikan Bom Nuklir, covid 19 terus menerus merubah status manusia menjadi Almarhumah.(Dentang)
Powered by Blogger.