Formaga Lakukan Aksi Unjuk Rasa, Tuntut Camat Moga Diganti


JURNALPEMALANG.CO.ID, PEMALANG - Forum Masyarakat Moga (Formaga) menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Kecamatan Moga pada Senin (18/5/2020).Mereka menuntut agar Camat Moga  Andre Adi segera diganti dari jabatan Camat di Kecamatan Moga.

Hal itu dilakukan oleh  Formaga karena menurut mereka, terkait persoalan  Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dinilai carut marut.


"Kami menyampaikan aspirasi terkait dengan carut marutnya pelaksanaan penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) di wilayah Kecamatan Moga yang ternyata tidak hanya terkait sasaran penerima, kualitas, kuantitas dan harga produknya saja namun termasuk jadwal penyalurannya," kata Korlap Formaga  M. Ikmaludin Aziz.

M. Ikmal juga mempersoalkaan, jadwal penyaluran BPNT untuk Kecamatan Moga yang baru dikeluarkan hari minggu siang tanggal 17 mei 2020 (Kemarin siang) dan harus dilaksanakan mulai hari ini (Senin, 18 Mei 2020).

" Ini jelas membuat agen dan supplier kalang kabut dan tidak siap dalam mengemas, mengirimkan dan membagikannya kepada masyarakat penerima, jika tetap dilaksanakan pasti produk dan kemasannya akan menjadi asal-asalan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan, namun sebenarnya kasus ini tidak hanya sekali ini, dan ternyata hal ini terjadi karena unsur kesengajaan yang diduga dilakukan oleh oknum TKSK dan Camat," ujar Ikmal.

"Unsur kesengajaan dimaksud karena camat meminta fee kepada para supplier diluar bina lingkungan (BL) yang telah disepakati, dengan mengancam akan mengganti supplier jika tidak memenuhi keinginannya, ditambah lagi camat secara pribadi menginginkan menjadi supplier bahkan dengan membawa – bawa nama Sekda Pemalang," imbuhnya.

Lebih jauh Ikmal memaparkan, dia medapat informasi dari suplier beras, mereka dimintai fee.

"Dalam perjalanannya kami juga mendapat informasi dari supplier beras bahwa mereka dimintai uang dengan ancaman yang sama seperti tersebut diatas," ungkapnya.

Berdasarkan permasalahan tersebut,  Formaga menyatakan pendapat dan sikap :
1. Laksanakan Program BPNT dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan.
2. Camat diharuskan mengundurkan diri jika ingin menjadi supplier.
3. Usut tuntas dugaan pungutan paksa yang disertai ancaman.
4. Jangan jadikan kantor kecamatan sebagai warung sembako.
5. Berikan penjelasan kepada masyarakat terkait nama Sekda Kab. Pemalang dan atau keluarganya yang dicatut sebagai calon supplier.
6. Meminta kepada yang berwenang untuk mengganti camat Moga yang lebih baik dan bertanggungjawab.
7. Meminta kepada dinas instansi terkait untuk menindaklanjuti dan menyelesaikan permasalahan ini agar tidak berlarut – larut dan menimbulkan keresahan masyarakat.

Menurut Ikmal bila persoalan tersebut tidak selesai di kecamtan, Formaga akan membawa permasalahan ini ke pemerintah kabupaten agar permasalahan ini tidak terjadi lagi baik di wilayah Kecamatan Moga dan Kecamatan lainnya di wilayah Kabupaten Pemalang.

Sementara camat Moga Andri Adi, ketika dimintai tanggapannya, dia menyayangkan aksi demo yang penyampaiannya terputus, karena menurut Andri Adi, pihak pendemo yang berasal dari Formaga disuruh menunggu tidak mau.

" Menurut saya kurang sempurna dalam penyampaian uneg-unegnya tidak ketemu, saya sangat berkenan untuk menerimanya, ingin menjawabnya," kata Andri Adi.

Terkait dengan penyaluran BPNT, Andri mengatakan bahwa pelaksanaannya secara umum berlangsung dengan baik.

"Alhamdulilah secara umum berlangsung dengan baik, meskipun didalam beberapa hal terkadang mendapat laporan dari yang bertanggung jawab yaitu Bundesma bersama pelaksananya adalah beberapa agen. Disana saya menyimpulkan, jika terjadi keterlambatan sedikit, terjadi penggrombolan yang cukup banyak, kemudian terjadi jadwal yang cukup panjang ini semata karena keterbatasan jumlah agen atau keterbatasan pelaksana penyaluran sembako tersebut," ujar Camat Moga Andri Adi.

Oleh karena itu, kata Andri, didalam perjalanannya itu ada masyarakat dilingkungan Kec. Moga yang menyampaikan ingin ikut menjadi  penyedia sembako tersebut.

" Nah karena mungkin dia tahunya kecamatan, dia menyampaikannya kepada pihak kecamatan, padahal saya berharapnya, stukturnya, secara regulasi, secara proses ya,  mungkin leading sektor Dinsos mungkin pelaksana di lapangan Bundesma bersama agen, namun ternyata karena pengetahuan dan sebagainya, sehingga mereka mempermudahkannya memohon petunjuk ke kecamatan," jelas Andri.

Lebih lanjut dia mengatakan, dirinya memfasilitasi dia menyampaikan ke Bundesma.

" Nah sayang sekali, Bundesma saya kontak ternyata tidak terhubung, saya berharap bisa ikut memberikan jawaban," tandas Andri Adi.*

Penulis : Fahroji
Powered by Blogger.