Muripan Tidak Pernah Tersentuh Bantuan Apapun


JURNALPEMALANG.CO.ID, COMAL - Muripan salah satu warga yang bertempat tinggal di Dusun Butak RT. 01 RW. 05 Desa Pecangakan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pamalang, mengaku tinggal di dusun tersebut sejak tahun 2013 dan terdaftar menjadi (KK) Kartu Keluarga Desa Pecangakan tahun 2019. Namun, Suami dari Anita ini juga mengungkapkan bahwa selama ini mereka tidak pernah mendapt bantuan apapun baik dari pemerintahan desa  maupun yang lain. Hal itu disampaikan saat awak media berkunjung ke rumahnya yang berada dipinggiran sungai, pada Sabtu (16/5) Pukul 14 :25 WIB siang.

Dia menceritakan, dari dulu tidak pernah mendapat bantuan apapun baik dalam bentuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Tunai Langsung (BLT), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun bentuk bantuan-bantuan lainnya.

"Saya tidak pernah dapat raskin, tidak pernah dapat PKH," ungkapnya.


Ketika ditanya apakah terdaftar sebagai peserta BLT, mereka malah tidak tahu apa itu BLT.

"Saya gak ngerti ya,  tapi saya tanya pak lurah sih, katanya saya ada daftarnya tetapi bantuanya tidak tahu, itu jawaban pak lurah," kata Muripan ketika awak media menanyakan soal bantuan.

Muripan juga memberikan jawaban secara gamblang ketika ditanya siapa Kepala Desanya (Kadesnya). " Kepala Desanya ya Dwi Susanto," jawab Muripan.

Dia berharap, dirinya bisa mendapat bantuan dari pemerintah, apalagi di saat kondisi ekonomi seperti ini.

"Saya berharap dapat bantuan dari pemerintah mapun dari kabupaten dan bantuan dari propinsi. Bagi kami rakyat kecil kami hanya ingin diperhatikan seperti masyakat yang lain
atau pilih kasih yang sudah mampu tapi karena kedekatan dapat bantuan sedangkan kami yang tidak punya saudara jadi perangkat tidak diperhatikan," ujar Muripan dengan nada mengeluh.

Sementara itu, menurut Ketua (LPKSM- YKM Pemalang) Prayitno Capri ketika ditemui pada Sabtu (16/5) mengatakan, terabaikannya perhatian terhadap warga miskin seperti pasangan Muripan-Anita merupakan contoh buruk Pelayanan publik di Desa Pecangakan.

"Negara (daerah) harus hadir untuk menyelesaikan persoalan sosial di tengah pademi korona. Bukan hanya karena wabah Covid-19 yang sedang melanda, tetapi perhatian itu sebagai wujud tanggung jawab pemerintah maupun Pemerintah Desa untuk melindungi seluruh warganya," kata Prayit panggilan  akrab beliau.

Dia mengungkapkan, lembaganya siap mendesak pemerintah atau Pemerintahan Desa tersebut agar tidak ada lagi warga miskin yang tidak mendapat bantuan. Dia juga berharap semua warga tidak mampu ini harus dibantu saat pandemi corona berkepanjangan.

"Jangan ada yang tercecer harus disisir semua warga miskin wajib berhak atas bantuan pemerintah. Disini kinerja kepala desa dan lurah sedang diuji," tandasnya.

Prayit juga mengungkapkan, dirinya masih kerap mendapatkan aduan bahwa banyak masyarakat miskin yang belum terdaftar untuk mendaptakan bantuan.  "Ini salah siapa? Kades atau perangkat desanya. Mereka terabaikan, tidak semua masuk data masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," ungkap Prayit.

Namun sungguh ironis, ketika awak media menyambangi  rumah Kades pada Sabtu (16/5) untuk melakukan konfirmasi, Kades Pecangakan Dwi Susanto malah mengaku tidak tahu, kalau rumah Muripan (38 th) yang rumahnya berada di RT. 01 RW. 05 Dusun Butak Pecangakan,  adalah wilayah Desa Pecangakan. Dengan santainya dia mengatakan bahwa rumah Muripan masuk Desa Pendawa.

"Malah setahu saya rumah Muripan ikut Desa Pendawa," katanya. (Rae -Arf)

Editor : Oji
Powered by Blogger.