Sofyan Ahmad: Perbuatan Baik Ini Harus Berdampak Sistemik Untuk Para Pemuda


JURNALPEMALANG.CO.ID, Jakarta - masa pandemi Corona  Covid-19 masih terus menyerang Indonesia, akan tetapi saling berbagi harus terus tetap terlaksana.

Gerakan Kemanusiaan Indonesia 45 kali ini terus melakukan kebaikan dengan Gerakan terus mengaji yaitu melakukan gerakan  wakaf 10.000 Al Qur'an, kegiatan perdana tersebut baru mulai perdana di masjid Jami Al Ihsan, Jalan meninjo ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan pada Rabu, (14/5/2020).

Ketua Koordinator Gerakan Kemanusiaan Indonesia Indonesia 45 Sofyan Ahmad mengatakan, "Selama Indonesia Pandemi Covid-19 ini kami tidak akan berhenti berbagi kepada sesama khususnya yang membutuhkan, baik santunan anak yatim, gerakan1000 nasi bungkus, membagikan sembako ataupun gerakan 10.000 wakaf Al-Qur'an".

Mengapa kami lakukan Gerakan  10.000 wakaf Al Qur'an, karena kami ingin khususnya umat Islam terus mengaji apalagi ini adalah menjelang 10 hari terakhir  bulan Ramadhan. Biarpun Indonesia sedang dilanda Covid-19 lantunan Al-Qur'an tidak boleh mereda karena adanya covid- 19 ini, ucapnya.

Saya disini juga tidak sendiri dalam melakukan gerakan ini, dibelakang saya banyak yang mensupport gerakan saya ini akan tetapi namanya tidak ingin disebutkan karena mereka ikhlas beramal dan selalu mensyukuri nikmat Tuhan yang diberikan padanya.

Ketua DKM masjid Jami Al- Ihsan M. Yunus  mengatakan, semoga dengan adanya wakaf Al-Qur'an ini pahala terus mengalir kepada sang pemberi dan Insya Allah selalu di berkahi Allah SWT.

Selain sebagai Aktivis sosial kemanusiaan beliau juga sebagai seorang Jurnalis yang terketuk hatinya untuk melakukan gerakan fastabiqul Khoirot ini, orang cerdas adalah orang yang memikirkan hidup setelah mati. Karena kita tahu alam dunia ada limitnya, setiap yang bernyawa pasti mati. Apa amal maka kita sudah cukup? Maka dari itu perbanyaklah kebaikan sosial, tutur pemilik akun Instagram As_Ahmadsofyan.

Pesan dari Ketua umum Gerakan kemanusiaan Indonesia 45. Sofyan Ahmad  kepada masyarakat dan Khususnya Pemuda Indonesia adalah, " Perbuatan kita harus berdampak sistemik ke psikologis para pemuda Indonesia khususnya, agar semangat membara dalam berbagi terus menyala - nyala," tutupnya.*

Penulis: Iyan)
Powered by Blogger.