Anjlognya Harga Cabai, Petani Di Lereng Gunung Slamet Merugi


JURNALPEMALANG.CO.ID, PEMALANG - Anjlognya harga cabai di pasaran membuat petani di Lereng Gunung Slamet  Pemalang selatan Jum'at (5/6/2020) lalu merugi hingga puluhan juta Rupiah.Hal ini lantaran naiknya biaya pemeliharaan dan turunya harga jual.

Mensiasati hal ini petani mesti menghemat biaya dengan tidak memaksimalkan biaya pemeliharaan, biarpun berpengaruh dengan hasil panen.


Rohman petani cabai asal Desa Gunungsari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mengaku merugi hingga puluhan juta rupiah lantaran murahnya harga cabai, sedangkan harga pupuk dan obat-obatan di wilayahnya naik.

"Harga cabai dari petani pedagang membelinya dengan harga 3.000 rupiah,sedangkan biaya penanaman dari awal hingga panen, perbatang pohan mencapai 5.000 Rupiah, sedangkan satu batang pohon menghasilkan rata2 satu kilo cabai,"  Rohman saat ditemui di Kantor Balai Desa Batursari, Jumat (5/6) lalu.

Petani berharap adanya campur tangan pihak pemerintah membantu menaikan harga jual cabai sehingga petani tidak merugi (Solihin Kohar)

Editor : Oji
Powered by Blogger.