Forum Masyarakat Peduli Desa Pakembaran Lakukan Audensi, Tuntut Kadesnya Mundur


JURNALPEMALANG.CO.ID, WARUNGPRING - Bertempat di Pendopo Kec.Warungpring, Kab.Pemalang Forum Masyarakat Peduli Desa Pakembaran lakukan audensi dengan penjabat pemerintah setempat, Rabu (03/06/2020). 

Audensi itu terkait pertanggung jawaban penggunaan anggaran tahun 2019, Sumadi Ketua Tim 9 mewakili RW. 01 menyampaikan beberapa hal terkait fungsi  BPD. "Namun sampai sekarang  belum ada tindakan yang nyata sehingga kami meminta agar pemerintah desa menjalankan fungsi sebagai pemerintahan desa," kata Sumadi.

Pada kesempatan itu, Sumadi juga mempertanyakan pembangunan desa tahun 2019, tidak dikerjakan padahal sudah janji akan dilaksanakan dalam waktu 2 minggu namun sampai sekarang tidak dikerjakan.

"Terkait hal itu, selaku Ketua Tim 9  meminta apabila Kades tidak bisa bekerja agar mengundurkan diri. Namun, apabila Kades tidak mau mengundurkan diri jangan salahkan kami akan menduduki kantor silahkan bekerja di tempat lain," kata Sumadi.

Menanggapi tuntutan masyarakat, Kades Pakembaran
H. Mahfud Yunus mengakui akan bertanggung jawab terhadap tuntutan itu dan akan  melaksanakan program yang belum terselesaikan.

Sementara, Kasi PMD (Pemerintatahan Desa)  Dispermasdes Kab.Pemalang  Bagus Sutopo memberi penjelasan terkait tuntutan warga  Pakembaran bahwa 
proses pemeriksaan sudah dilaksanakan oleh Polres Pemalang.

"Sehingga kami berharap bapak bersabar.Karna dalam proses  hukum Kades Pakembaran sudah ditetapkan sebagai tersangka untuk itu akan kami lakukan pemberhentian sementara sambil menunggu nanti proses hukum yang tetap, proses pemberhentian sementara insya Allah dalam 2 minggu sudah ada putusan dan saya meminta dalam proses pengangkatan Penjabat Kades jangan ada kepentingan apabila sampai membuat gaduh di masyarakat," kata Bagus mewanti-wanti pada mereka.

Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP Suhadi mrnjelaskan, sesuai dengan UU kita sudah melakukan mekanisme untuk proses hukum dan sekarang sudah di proses.

"Tanggal 9 Maret 2020 Kades Pakembaran sudah kita tetapkan sebagai tersangka, kemudian tanggal 6 April 2020 berkas sudah kita serahkan ke kejaksaan," kata Suhadi.

Namun, karena ada berkas yang masih kurang,  sehingga dikembalikan lagi ke Polres Pemalang untuk dilengkapi.

"Untuk itu saya tegaskan tidak ada proses hukum yang ditutup-tutupi," tandasnya. (Tresna)

Editor : Oji

Post a Comment

SILAHKAN BERKOMENTAR DENGAN BIJAK DAN SESUAIKAN DENGAN TEMA PEMBAHASAN

Powered by Blogger.