Bupati Pemalang TPI Nyamplungsari

1. Bupati Pemalang, DR. A. P. H. Junaidi, SH., MM., bersama para anggota Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.red), berfoto bersama usai peresmian Tempat Pelelangan Ikan di Desa Nyamplungsari, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, (10/7).

PEMALANG - Bupati Pemalang H. Junaedi meresmikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Nyamplungsari, Desa Nyamplungsari, Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang, Jum'at 10 juli 2020 pagi.

3. Bupati Pemalang, menyaksikan penempatan Udang Vannamei siap kirim hingga ke Luar Negeri

Junaedi mengatakan, pembangunan TPI Nyamplungsari membutuhkan waktu yang cukup lama dan biaya yang tidak sedikit.

Tempat pelelangan ikan ini dibangun di pinggir Sungai Waluh, sebelah barat Balai Desa, sejak 2015 silam dan memakan biaya sekitar Rp 6 miliar.

2. Bupati Pemalang melihat hasil tangkapan nelayan di TPI Desa Nyamplungsari

"Semua tahapan TPI Nyamplungsari berjalan lancar, hampir tidak ada kendala yang berarti," kata Junaedi.

Mengingat anggaran tersebut, Junaedi berpesan agar TPI Nyamplungsari dikelola dengan sebaik-baiknya agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan nelayan disekitarnya.

"Jadikan TPI Nyamplungsari sebagai sarana umum, jaga keberlangsungannya dan kelola dengan baik. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama," imbuhnya.

Junaedi menambahkan ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam pengelola TPI antara lain, keamanan, ketertiban dan kebersihan.

Sebelum diresmikan, TPI Nyamplungsari telah melalui tahapan uji coba lelang ikan tangkap selama 8 hari, tepatnya sejak tanggal 2 Juli lalu. Itu penjelasan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Suharto.

"Selama uji coba itu, kita sudah melelang sebanyak 2,4 ton ikan. Jika dirata-rata, perharinya mencapai 3 kwintal," jelasnya.

Dengan diresmikannya TPI Nyamplungsari, kini Kabupaten Pemalang memiliki 5 tempat pelelangan ikan. Antara lain, TPI Tanjungsari, Asemdoyong, Mojo, Ketapang dan termasuk Nyamplungsari.

"Dari ke 5 TPI itu, mampu memberikan kontribusi daerah hingga Rp 2 miliar pertahunnya," pungkasnya. (Dentang/Sasongko)

Editor : Haryasuta
Powered by Blogger.