Hari Ini, MPLS SMK Islam Al Khoiriyah Petarukan Dibuka


JURNALPEMALANG.CO.ID, PETARUKAN - Hari ini, Senin (13/7/2020), hari pertama pembelajaran sekolah  tahun ajaran baru 2020/2021 di masa pandemi korona. Sebagai mana biasanya, SMK Islam Al Khoiriyah Petarukan mengadakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada siswa dan siswi baru. Kali ini diikuti oleh 320 siswa, kelas X dari Program Akuntasi sebanyak 99 siswa dan Program Permesinan sebanyak 221 siswa.


Pelaksanaan MPLS mengikuti anjuran pemerintah dengan menerapkan protap kesehatan.Berdasarkan pantauan Jurnalpemalang.co.id, tampak sejak pagi sebelum pukul 07:00 WIB siswa siswi baru yang berseragam SMP datang ke sekolah mengenakan masker yang telah disiapkan oleh pihak sekolah beberapa hari sebelumnya.


Selain menggunakan masker, sebelum memasuki lingkungan sekolah, mereka telah dicek suhu badannya, kemudian diarahkan mencuci tangan sebelum masuk ke ruang pertemuan untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Sekolah ini menerapkan cara tatap muka dan Daring atau online. Hal ini disampaikan oleh Kepala SMK Al Khoiriyah H. Mu'tamar, S.Ag, M.Si kepada Jurnalpemalang.co.id di kantornya pada Senin (13/7/2020) pagi usai melaksanakan upacara pembukaan MPLS.

MPLS  untuk sekolah SMA/SMK di masa pandemi ini, menurut H. Mu'tamar ada tiga pilihan.Yang pertama dengan cara Daring (Dalam Jaringan) atau online, yang kedua dengan cara tatap muka atau luring (Offline) dan yang ketiga dengan cara campuran Daring dan luring.

"Kami SMK Islam Al Khoiriyah menggunakan dengan yang ketiga yakni perpaduan Daring dan luring," kata Mu'tamar.

Dia memberikan alasan mengapa SMK Islam Al Khoiriyah menggunakan sistem tatap muka, karena rata-rata siswa dan siswi dari tingkat SMP memasuki dunia SMK itu banyak yang belum paham menyangkut stuktur kurikulum tata tertib kemudian pelajaran-pelajaran produktif dan lain sebagainya.

"Jadi  tatap muka itu menjadi syarat untuk siswa agar paham tentang SMK wabil khusus SMK al Khoiriyah," ujar H. Mu'tamar.

Untuk kegiatan belajar dan mengajar rencananya menggunakan cara campuran Daring dan luring (offline) atau anatara tatap muka dan online. Khusus pelajaran teori menggunakan cara Daring dan pelajaran praktek menggunakan luring atau tatap muka, karena ruh SMK itu adalah skil atau keahlian. Namun nanti prakteknya itu, siswa datang ke sekolah sesuai dengan jadwal.

"Kemudian menggunakan protokol kesehatan yang komplit termasuk nanti prakteknya dibatasi hanya 15 anak biar ada jarak antara anak yang satu dengan yang lain dan semua bermasker termasuk guru-gurunya tidak sekerdar bermasker tapi juga menggunakan face sield," imbuhnya.

"Jadi mengikuti aturan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan. Sekolah telah menyediakan masker, handsanitaizer, cuci tangan dan semuanya disiapkan pihak sekolah untuk keamanan kegaiatan belajar mengajar," tandasnya.

H. Mu'tamar berharap, biar pun di masa pandemi Covid-19 siswa dan siswi tetap semangat mengikuti kegiatan belajar mengajar dan tidak patah semangat, sehingga hasilnya bisa maksimal.

"Harapannya walaupun ini masa pandemi Covid-19 khususnya Kabupaten Pemalang, anak-anak tetap semangat dalam mengikuti pelajaran tidak mengurangi ghiroh kegiaitan belajar mengajar sehingga hasilnya maksimal tidak terpengaruh keadaan pandemi seperti sekarang ini," pungkasnya.*

Reporter : Fahroji
Powered by Blogger.