Daerah Pemalang Selatan Rawan Rongsor



JURNALPEMALANG.CO.ID, PEMALANG– Bencana alam yang kerap terjadi dipaska musim penghujan salah satunya tanah ambles maupun longsor. Di Kabupaten Pemalang, wilayah yang dikategorikan paling rawan bencana tersebut berada diwilayah Pemalang bagian selatan  di antaranya Kecamatan Watukumpul dan Pulosari.


Hal ini dikatakan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang, Bambang Ali Nuryanto di ruang kerjanya Jumat  (30/10) kemarin.


Dikatakan Bambang, daerah yang rawan bencana seperti di Watukumpul, Belik dan di Pulosari.


"Ada dibeberapa wilayah Moga, Bodeh juga ada, namun  kecil,” katanya


Menurut Bambang di Kecamatan Watukumpul paling rawan longsor, karena bentuk permukaan bumi (topografi) wilayah tersebut merupakan daerah perbukitan pasalnya kondisi bukit yang mulai gundul, sehingga manakala terjadi hujan besar bisa menyebabkan longsor.


Bambang mengungkapkan untuk mengantisipasi tanah longsor tersebut pihaknya sudah memasang sistem peringatan dini Early Warning System (EWS).


"Di mana kalau terjadi gerakan tanah, alat tersebut secara otomatis memberikan sinyal atau peringatan, berbunyi sirine,” ungkap Bambang.


Lebih lanjut Bambang mengatakan saat ini BPBD Pemalang baru memasang alat  EWS di 5 titik di Kecamatan Watukumpul. Diantaranya dipasang disekitar Desa Bodas, Cibongas dan Telagasana. "Yang dinilai rawan bencana tanah longsor," kata Bambang.


"Dalam penangan bencana alam di wilayah rawan bencana pihak BPBD telah mengadakan pelatihan di Desa Bodas, pembentukan desa tangguh bencana (Destana), membentuk manusia yang tangguh, yang siap terhadap bencana,” tutur Bambang.


Selain itu, di daerah-daerah rawan bencana sudah terbentuk  juga beberapa relawan, yang  berfungsi manakala terjadi suatu bencana, mereka sudah terlatih untuk melakukan langkah-langkah responsif pungkasnya. (masrukhin)*

Post a Comment

SILAHKAN BERKOMENTAR DENGAN BIJAK DAN SESUAIKAN DENGAN TEMA PEMBAHASAN

Powered by Blogger.