Bupati Pemalang Meresmikan Tugu Nasi Goreng di Desa Jrakah

Tugu Nasi Goreng di Desa Jrakah, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah diresmikan oleh Bupati Pemalang Agung Mukti Wibowo pada Senin 12 April 2021.(Photo by Yanto/Jurnal Pemalang)


JURNALPEMALANG.CO.ID, TAMAN - Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo meresmikan Tugu Nasi Goreng di Desa Jrakah, Kecamatan Taman, Senin (12/4/2021). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti di tugu tersebut.


Seusai melakukan peresmian Tugu Nasi Goreng yang menjadi simbol Guyub dan Rukunnya Masyarakat Desa Jrakah ini, Bupati menyampaikan agar selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H ini, pedagang makanan menghormati orang yang sedang berpuasa dengan menyesuaikan jadwal waktu dan kondisi tempat dalam berjualan.




Bupati juga mengapresiasi kepada para pedagang nasi goreng yang telah berbagi nasi goreng kepada masyarakat. Semoga apa yang mereka lakukan bisa membawa berkah bagi semua.




"Pesan kami kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan dengan 5 M (mencuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas) kendati sudah di vaksin. Semoga dengan mematuhi protokol kesehatan kita diberi umur panjang oleh Allah SWT, " pesan Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo yang didampingi wakilnya, Mansur Hidayat.


Sementara Hastono, pedagang nasi goreng mengatakan bahwa masyarakat Desa Jrakah hampir 90 persen berprofesi sebagai pedagang nasi goreng. Selain di Jakarta, mereka membuka usaha dagang nasi goreng juga ada yang di Kudus, Pekalongan bahkan hingga daerah di luar Pulau Jawa. Kendati sebagai pedagang nasi goreng, namun menurutnya pendapatan mereka justru bisa melebihi gaji pegawai.


"Dari sisi kesejahteraan, alhamdulillah sangat luar biasa. Bahkan pedagang nasi goreng (pendapatannya) bisa melebihi pegawai. Selain itu, kalau pedagang itu punya kebebasan waktu," ujar Hastono.


Hanya saja sejak adanya pandemi Covid-19, diakuinya, omset pedagang nasi goreng sedikit mengalami penurunan. Namun demikian penurunannya tidak begitu drastis. "Harapannya agar pedagang nasi goreng lebih maju dari sebelumnya. Selain itu bisa menciptakan menu-menu yang terbaru," tandasnya. (Yanto).

Post a Comment

SILAHKAN BERKOMENTAR DENGAN BIJAK DAN SESUAIKAN DENGAN TEMA PEMBAHASAN

Powered by Blogger.