Distribusi Air di Wilayah Kota Pemalang Terganggu, Ini Penyebabnya

Pengecekan aliran di wilayah kota di perempatan SMA 3 Pemalang
JURNAL PEMALANG.CO.ID, PEMALANG - Pasca perbaikan pipa jaringan air yang bocor akibat pipa pecah di area Desa Pegiringan, Kecamatan Bantarbolang, Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang kemudian melakukan proses normalisasi pada pipa jaringan tersebut.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Slamet Effendi melalui Bagian Humas, Pradanaditya Leroy mengatakan pipa jaringan air minum yang terletak di area Pegiringan, tepatnya di Igir Petir sebelumnya mengalami kebocoran yang disebabkan pipa pecah. Namun perbaikan pipa yang bocor itu kini sudah selesai dikerjakan dan saat ini sedang dalam proses normalisasi.

Menurutnya, dalam proses normalisasi tersebut, terdapat sejumlah pelanggan PDAM yang terdampak. Yaitu terganggunya layanan kepada pelanggan dalam mendapatkan pasokan air.

"Pada saat Ramadhan ini memang terjadi keluhan warga masyarakat pelanggan di area Perkotaan Pemalang, seperti di Kelurahan Mulyoharjo, Pelutan, Sugihwaras dan di Desa Danasari. Itu disebabkan karena sebelumnya ada pipa distribusi berukuran 16 inch yang pecah di area Pegiringan, yaitu di Igir Petir," terang Leroy, Senin (3 Mei 2021).

Dijelaskan setelah perbaikan pipa yang bocor pada 26 April 2021 lalu itu, pihaknya kemudian melakukan normalisasi pada pipa jaringan tersebut. Namun untuk proses normalisasi kali ini bertepatan dengan bulan Ramadhan. Sehingga prosesnya  diperkirakan dapat berlangsung dalam waktu yang cukup lama mengingat tingginya pemakaian air oleh pelanggan di bulan tersebut. 

Selain itu kata dia, proses normalisasi juga dilakukan secara bertahap. Sebab jika dilakukan secara full, pipa bisa mengalami pecah karena PDAM masih menggunakan sistem gravitasi.

Lebih lanjut Ia menjelaskan perihal dampak normalisasi yang hanya dirasakan pada pelanggan PDAM yang tinggal di area perkotaan saja. Menurutnya, itu karena pipa jaringan jenis PVC ukuran 16 inch yang sempat mengalami kebocoran itu merupakan pipa jaringan yang mengalirkan pasokan air ke wilayah perkotaan.

"Jadi di PDAM Pemalang ini ada sistem zonasi. Jadi kemarin yang terkendala air tidak mengalir itu hanya ada di perkotaan. Sedangkan untuk wilayah lain seperti di Kecamatan Taman, Petarukan, dan Ampelgading itu tidak mengalami dampak dari pipa pecah berukuran 16 inch di Desa Pegiringan," ujar dia.

Dia menambahkan, pada 22 April 2021, Perumda Air Minum Tirta Mulia sebelumnya juga sempat melakukan pekerjaan pengopelan pipa yang berakibat terhentinya distribusi air ke pelanggan. Adanya pekerjaan pengopelan pipa ini juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan proses normalisasi pada pipa jaringan air menuju ke area perkotaan memakan waktu yang cukup lama.

Dengan adanya proses normalisasi tersebut, Pradanaditya Leroy selaku Staf Humas mewakili Direksi Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang menyampaikan permohonan maafnya atas terjadinya keterlambatan atau pelayanan yang tidak maksimal kepada pelanggan yang terdampak. Pihaknya berharap semoga dengan adanya normalisasi ini, air bisa kembali mengalir dengan lancar seperti sedia kala. (Yanto)

Post a Comment

SILAHKAN BERKOMENTAR DENGAN BIJAK DAN SESUAIKAN DENGAN TEMA PEMBAHASAN

Powered by Blogger.