Iklan

terkini

Iklan

Cloud Hosting Indonesia

Carut Marut Penyaluran BPNT, Komisi D DPRD Kabupaten Pemalang Turun Kelapangan

01/03/22, 17:00 WIB Last Updated 2022-03-01T14:52:18Z


JURNALPEMALANG.CO.ID - Pemerintah Republik Indonesia melalu Kemensos RI No : 592/6/BS.01/2/2021 tentang Percepatan Penyaluran Bansos Sembako /Program Bantuan Pangan Non tunai (BPNT) periode Januari -Maret 2022 yang disalurkan melalui PT. POS Indonesia dalam bentuk uang tunai berjalan lancar. 

Namun tidak demikian ketika  uang sudah sampai di tangan para Keluarga Penerima Manfa'at ( KPM ) beberapa oknum ataupun lembaga berupaya bermain dengan pola-pola yang menimbulkan ketidak nyamanan masyarakat dalam menggunakannya khususnya masyarakat Kabupatem Pemalang, Jawa Tengah.

Terkait Informasi carut marutnya penggunaan BPNT mengundang anggota DPRD Kabupaten Pemalang khususnya Komisi D yang membidangi Kesejahteraan Rakyat untuk mengecek secara langsung di lapangan. "Kita mengadakan ceking mendadak di Kecamatan Ulujami  dan kami mendapatkan fakta bahwa di lapangan terjadi baik pemotongan dan pengarahan KPM harus belanja ke suatu toko tertentu dan itu tidak sesuai dengan SOP, seharusnya para KPM bisa belanja kemana jangan diarahkan kepihak tertentu selanjutnya akan kami telisik nanti sampai ke agennya dan di Desa Kaliprau kami mendapatkan temuan mereka diarahkan, rakyat dirugikan apalagi itu uang negara selanjutnya kami koordinasikan akan kita rilis ," Kata Budi Harmanto anggota Komisi D yang didampingi oleh Achmad Suyanto dan H. Nuryani Ketua Komisi D DPRD Pemalang pada Selasa, 1 Maret 2022.



Dalam kesempatan tersebut Budi Harmanto juga mengharapkan agar panitia menyediakan tempat agar manusiawi seperti disiapkan layos dan tetap menjaga Prokes (Protokol Kesehatan).

Ditempat yang sama seorang warga Desa Kaliprau sebut saja Romjanah yang disinyalir sebagai agen ketika ditanyai oleh anggota  DPRD mengatakan dirinya bukan agen tapi hanya dititipin barang oleh Bumdesma Rukun Makmur. "Saya hanya dititipin sembako di rumah saya oleh Bumdesma dan saya hanya menunggui dengan dikasih honor Rp.200 ribu dan kepada KPM yang mau belanja ke saya silahkan kalau tidak ya tidak apa dan saya sehari tidak jualan sembako, intinya saya hanya ngadep tokonya oranglah," ungkap Romjanah.

Romjanah juga mengatakan, stok sembako yang dititipkan oleh Bumdesma Rukun Makmur berupa beras, telor dan daging. Untuk memastikan keberadaannya anggota Komisi D pun secara bersama-bersama menuju ke rumah Romjanah.(Joko Longkeyang)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Carut Marut Penyaluran BPNT, Komisi D DPRD Kabupaten Pemalang Turun Kelapangan

Terkini

Iklan